Bolehkah Menjual Daging Hewan Kurban? Ini Penjelasan dan Hukumnya Menurut Syariat Islam

Daging hewan yang disembelih tersebut akan dibagikan kepada masyarakat, khususnya fakir dan miskin.

Dok Tribunjogja.com
Olah Daging Kurban 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hari raya kurban atau Idul Adha akan dirayakan pada Jumat (31/7/2020).

Pada perayaan ini, umat islam yang mampu dan berkecukupan harta dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban.

Nantinya, daging hewan yang disembelih tersebut akan dibagikan kepada masyarakat, khususnya fakir dan miskin.

Lalu, bagaimanakah hukum menjual daging kurban bagi mereka yang mendapatkan bagian?

Pengurus Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan, A'wan Syuriah PWNU DIY, Ustaz Beny Susanto, mengatakan tak ada salahnya menjual daging kurban, terutama bagi para fakir dan miskin yang telah mendapatkan jatah, karena itu sudah hak mereka.

"Daging yang mereka peroleh itu adalah hak dia. Terserah mau dia masak, dia sedekahkan, atau dia jual. Yang tidak boleh (menjual) adalah panitia kurban dan Sahibul kurban (orang yang berkuban)," jelas Ustaz Beny, kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Senin (27/07/2020).

Jelang Idul Adha, 523 Masjid di Gunungkidul Mendapat Rekomendasi Penyembelihan Hewan Kurban

Panduan dan Tata Cara Salat Idul Adha di Rumah, Berjamaah Maupun Sendiri

Hal ini pun diceritakan dalam sebuah hadis yang mengisahkan seorang hamba sahaya Aisyah RA, Barirah.

Diceritakan, tatkala Barirah mendapatkan daging dari zakat seseorang, Barirah memasaknya dan menyuguhkannya kepada Rasulullah untuk dimakan.

Rasulullah SAW pun tak menolak untuk menyantap daging yang disajikan Barirah.

Sebagaimana diketahui, Rasulullah dilarang menerima harta dari zakat.

Halaman
123
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved