Yogyakarta
Efektivitas Kampanye Pilkada Daring Dipertanyakan, Masih Banyak Blank Spot di DIY
Ia menjelaskan, dikarenakan kondisi pandemi yang tidak memungkinkan kegiatan perkumpulan massa, kampanye Pilkada 2020 diwacanakan lebih banyak dilakuk
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Sebab, hal itu dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun.
“Terkait dengan pengawasannya, media sosial atau daring itu kan bisa dilakukan kapan pun. Tetap kami akan atasi itu. Bawaslu RI sudah bekerja sama dengan Facebook untuk konten-konten yang bertentangan nantinya bisa dilakukan take down (penarikan),” paparnya.
• KPU dan Bawaslu Aktif Kembali, Tahapan Pilkada Gunungkidul Siap Dilanjutkan
Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu peraturan mengenai hal tersebut dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Masih menunggu peraturannya dari KPU. Kampanye masih nanti September. Sekarang masih proses penggodokan, kami berharap tidak terlalu lama supaya kita melangkahnya bagaimana, untuk melakukan pencegahan (pelanggaran) bisa lebih dirancang,” urainya.
Sri menambahkan, Pilkada 2020 berisiko mengalami penurunan partisipasi masyarakat.
Tidak hanya disebabkan blank spot, namun juga banyak orang enggan keluar rumah di masa pandemi.
Saat ini, menurutnya, masih dijalankan proses pemutakhiran data pemilih berupa pencocokan dan penelitian (Coklit) dan perbaikan dukungan pasangan calon perseorangan. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)