Mengapa Hari Tasyrik Dilarang untuk Berpuasa? Berikut Penjelasannya Menurut Syariat Islam

Dilarangnya umat muslim berpuasa pada hari Tasyrik karena hari tersebut merupakan hari yang harus dirayakan.

Tribunjogja.com |
Hari Tasyrik Adalah Tiga Hari Setelah Idul Adha 11, 12, 13 Dzulhijjah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam Islam, ada lima hari yang dilarang untuk berpuasa yaitu Idulfitri, Iduladha, dan tanggal 11,12,13 Dzulhijjah.

Pada tanggal 11,12,13 Dzulhijjah inilah yang dinamakan dengan hari Tasyrik.

Di mana hari Tasyrik termasuk dalam hari-hari yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa.

Mengapa demikian?

Menurut Wakil Sekretaris PWNU DIY, Ustaz Muhajir, dilarangnya berpuasa pada hari Tasyrik karena hari tersebut merupakan hari yang harus dirayakan.

"Pada masa itu, kita (umat muslim) melakukan perayaan maka hendaklah mengikuti perayaan tersebut, karena itu hari-hari makan dan minum," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Sabtu (25/07/2020).

Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Puasa Arafah Jelang Idul Adha

Hukum Memotong Kuku dan Rambut Saat Berkurban, Boleh atau Dilarang?

Dilarangnya berpuasa pada hari Tasyrik pun dijelaskan dalam beberapa hadis, berikut kutipannya:

1) Sabda Rasulullah SAW dalam HR. Abu Daud terkait hari Tasyrik :

 عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَهِىَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ (رواه أبو داود)

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved