Update Corona DI Yogyakarta

DATA Terkini Update Corona DIY & Peta Sebaran Kasus Baru di Bantul, Sleman, Yogyakarta, Kulon Progo

Update Corona hari ini di Daerah Istimewa Yogyakarta. Peta sebaran covid-19 di Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
RAPID TEST ACAK - Petugas medis mengambil sampel darah warga saat digelar rapid test di kawasan simpang empat Tugu, Kota Yogyakarta, Minggu (14/6/2020). Bidang kedokteran dan Kesehatan (BidDokkes) Polda DIY menggelar rapid test secara acak di tiga lokasi untuk memastikan kesehatan warga dan menghindari dari penyebaran virus Covid-19. 

Pasien tersebut adalah kasus 187 laki-laki usia 20 tahun warga Sleman.

"Lalu ada 3 laporan PDP meninggal sudah swab yakni laki-laki usia 52 tahun warga Sleman riwayat sakit Kencing Manis, laki laki usia 75 tahun warga Bantul riwayat sakit Ginjal, dan laki-laki usia 59 tahun warga Gunungkidul riwayat sakit Kencing Manis," pungkasnya.

Tracing Massif dan Ketat

Terpisah, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan saat ini yang dilakukan oleh Pemda DIY adalah tracing yang lebih ketat terkait kasus Covid-19.

"Jadi kalau dulu tracing hanya yang berinteraksi sangat erat, saat ini dengan yang erat juga. Keluarga erat, tapi tetangga juga kita tracing. Paling banyak kita lakukan swab langsung," ungkapnya.

Aji juga menyinggung perihal bantuan dari pusat yang dikirimkan untuk penanganan Covid-19 di DIY yakni reagen sebanyak 1.200 kit dan juga 1 alat PCR portable.

"Pak Biwara dan Bu Pembajun akan cek lagi ke rumah sakit. Kita perlu tambah tidak akrena penambahan kita cukup banyak, tapi kalau lihat kapasitas lab masih cukup," pungkasnya. 

Jumlah kasus baru per kecamatan di Bantul

RAPID TEST PEDAGANG PASAR. Petugas medis mengambil sampel darah pedagang pasar di Pasar Bantul, Bantul, Rabu (24/6/2020).
RAPID TEST PEDAGANG PASAR. Petugas medis mengambil sampel darah pedagang pasar di Pasar Bantul, Bantul, Rabu (24/6/2020). (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

Jumlah kasus baru terkonfirmasi positif terinfeksi corona virus disease (Covid-19) di Kabupaten Bantul mengalami peningkatan drastis, tercatat per Jumat (24/7/2020).

Tercatat, ada penambahan sebanyak 17 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dan semua pasien kasus baru positif Covid-19 tersebut adalah tanpa gejala.

"Semua yang positif hari ini tanpa gejala," kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Infeksi COVID-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso.

Pria yang biasa disapa Oki itu menyampaikan, 17 pasien hari ini tercatat sebagai pasien ke 154 - 170 di Bantul.

Berikut rinciannya per kecamatan:

- Pasien 154, laki-laki, 57 tahun, dari kecamatan Imogiri

- Pasien 155, perempuan, 36 tahun dari Bambanglipuro.

- Pasien 156, laki-laki, 54 tahun dari Bantul.

- Pasien 157, laki-laki, 16 tahun asal Sewon.

- Pasien 158, perempuan, 19 tahun dari Sewon.

- Pasien 159, perempuan, 15 tahun asal Sewon.

- Pasien 160, perempuan, 21 tahun, dari kecamatan Sewon.

- Pasien 161, perempuan 65 tahun, dari kecamatan Sanden.

- Pasien 162, perempuan, 12 tahun asal Kecamatan Banguntapan.

- Pasien 163, laki-laki 12 tahun, dari Banguntapan.

- Pasien 164, perempuan, 16 tahun, dari Banguntapan.

- Pasien 165, laki-laki, 21 tahun, dari Piyungan.

- Pasien 166, perempuan, 30 tahun, dari kecamatan Jetis.

- Pasien 167, laki-laki, 51 tahun, dari kecamatan Pandak.

- Pasien 168, laki-laki, 23 tahun, kecamatan Pandak

- Pasien 170, perempuan, 17 tahun, dari Banguntapan.

"Semua pasien hari ini sudah masuk rumah sakit," kata Oki.

Diketahui, Bantul memiliki empat rumah sakit rujukan, yakni  RS Panembahan Senopati, RS Elisabeth, PKU Muhammadiyah Bantul dan RSPAU Hardjolukito.

Lalu satu Rumah sakit lapangan khusus Covid-19 di Bambanglipuro, berkapasitas 40 bed dan cadangan 10 bed, yang digunakan sebagai kohorting atau pemisahan bila ada pasien baru tapi belum bisa masuk ruang utama.

Menyikapi melonjaknya pasien positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab covid, Bupati Bantul, Suharsono, mengaku akan memperketat pengawasan penerapan Protokol Kesehatan di masyarakat, terutama di tempat-tempat umum dan objek wisata.

Objek wisata, kata dia, tetap akan diperbolehkan beroperasi.

Tidak akan ditutup tetapi dengan catatan, pengawasan akan diperketat.

"Kalau saya tutup mesakke (kasihan) sama pedagang. Jadi tidak akan saya tutup, tetapi akan lebih ketat lagi," ujar dia. 

(*/kur/rif/ Tribun Jogja )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved