Kriminalitas

Polsek Ngampilan Tangkap Pelajar Bawa Sajam Jenis Golok

Peristiwa bermula saat HD bertemu dengan temannya yang berinisial DF (18) warga Kecamatan Imogiri. Keduanya pergi membeli minuman beralkohol menggunak

Tayang:
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
HD (17) pelajar SMA (di belakang petugas, kaos hitam) yang kedapatan membawa sajam jenis golok saat hendak tawuran antar geng diamankan Polsek Ngampilan Jumat (17/7/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - HD (17) warga Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul mesti berurusan dengan kepolisian setelah diduga terlibat dalam perkelahian antar geng dan membawa senjata tajam (sajam) jenis golok.

HD yang juga masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah atas (SMA) itu ditangkap Polsek Ngampilan setelah kedapatan membawa golok saat hendak tawuran dengan anggota geng lainnya pada 15 Juli lalu.

Bahkan, dia terindikasi menenggak minuman keras sebelum hendak saling baku hantam di wilayah Bugisan.

"Pelaku ini berhasil kita amankan Rabu, 15 Juli 2020 dini hari. Pelaku kedapatan membawa golok saat ditangkap," kata Kapolsek Ngampilan, Kompol Hendro Wahyono kepada wartawan, Jumat (17/7/2020).

Dua Pelajar SMP di Yogya Diamankan Warga Setelah Tertangkap Hendak Tawuran Sambil Bawa Sajam

Petugas kepolisian sebelumnya sudah mengendus gerak-gerik mencurigakan dari tersangka.

Penangkapan pun sempat diwarnai dengan aksi kejar-kejaran.

Petugas berhasil akhirnya berhasil memberhentikan HD lalu menggelandang remaja tersebut ke Mapolsek Ngampilan.

Peristiwa bermula saat HD bertemu dengan temannya yang berinisial DF (18) warga Kecamatan Imogiri. Keduanya pergi membeli minuman beralkohol menggunakan sepeda motor, di daerah Barongan, Kecamatan Imogiri, Bantul.

Saat asyik menenggak minuman keras, DF mendapat pesan singkat dari temannya yang berisi akan ada 'gembyeng' atau tawuran dengan kelompok lain. Mendapat informasi itu, keduanya lantas bergegas menuju lokais temannya di daerah Ngepek, Kecematan Imogiri, Bantul.

"Sebelum berangkat ke Ngepek, HD ini bertanya pada DF punya alat apa yang bisa dibawa. DF lantas mengambil golok yang tergantung di tembok, kemudian dibawa HD dan diselipkan ke celana," ucap Kompol Hendro.

Dipicu Sakit Hati, Mahasiswa Jadi Korban Penusukan Sajam di Yogya

HD dan DF bersama dua temannya kemudian berangkat ke Prawirotaman, Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Di tempat ini mereka bertemu dengan pasukan lainnya.

Sudah ada 10 anggota geng dengan lima sepeda motor yang telah menunggu.

Kelompok remaja ini kemudian menuju Bugisan, Kota Yogyakarta, ke tempat yang diduga dijadikan tempat untuk tawuran.

Namun sesampainya di lokasi, ternyata tidak ada rombongan lain yang menjadi lawan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved