Breaking News:

DPD RI Dorong Keterlibatan Seniman dalam Upaya Penanaman Nilai Pancasila

DPD RI mendorong pemerintah untuk mengembangkan pola penanaman nilai Pancasila terhadap masyarakat.

istimewa
Anggota DPD RI Dapil DIY, Afnan Hadikusumo, dalam kegiatan Diskusi Publik 'Implementasi Pancasila dalam Membangun Lingkungan Pasca Covid-19 dari Sudut Pandang Seniman', di DC Rumah Budaya, Sleman, Kamis (16/7/2020) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - DPD RI mendorong pemerintah untuk mengembangkan pola penanaman nilai Pancasila terhadap masyarakat.

Pasalnya, sejak dahulu, sifatnya yang terkesan top-down, cenderung memaksa, bahkan tanpa sentuhan estetika, dianggap kurang tepat.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPD RI Dapil DIY, Afnan Hadikusumo, dalam kegiatan Diskusi Publik 'Implementasi Pancasila dalam Membangun Lingkungan Pasca Covid-19 dari Sudut Pandang Seniman', di DC Rumah Budaya, Sleman, Kamis (16/7/2020) silam.

Ganjar: Pengamalan Nilai-nilai Pancasila Jadi Kunci untuk Bangkit dari Corona

"Padahal konsep ideologi Pancasila ini sangat tepat untuk Indonesia yang bukan sekadar multi etnis, agama, namun juga multi ras. Karena itu, perlu memanfaatkan banyak cara, termasuk lewat seni," ujarnya.

Afnan menilai, pemerintah kini butuh mitra strategis untuk melakukan sosialisasi Pancasila, yang di antaranya dengan memanfaatkan seniman.

Menurutnya, peran seniman dan karyanya tak bisa dipisahkan dari proses perkembangan negeri, hingga tercipta harmonisasi.

"Peran seni budaya ini tentu sangat penting, karena dalam seni dan budaya, ada nilai-nilai luhur yang menjadi sebuah landasan kehidupan. Bahkan dalam proses pembangunan daerah pun harus dibarengi dengan membangun, serta melestarikan budaya," terangnya.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY 17 Juli 2020, Tambahan 4 Kasus Positif Baru

"Praktis, peran seniman ini jadi sangat strategis untuk ikut serta mensosialisasikan nilai Pancasila. Pasalnya, melalui seni, ajaran dalam Pancasila akan lebih mudah diserap masyarakat banyak," imbuh Afnan.

Di samping itu, ia juga menegaskan, Pancasila tidak boleh dipertentangkan dengan agama, karena sifatnya yang berbeda.

Menurutnya, Pancasila lebih bersifat horizontal, sementara agama vertikal, sehingga keduanya saling melengkapi dan menjadi perekat rakyat.

"Dalam menjalankan kelima sila itu, harus berlandaskan pada penghargaan terhadap perbedaan. Jangan sampai, yang terjadi demokrasi menjurus kebebasan tanpa menghargai perbedaan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved