Selama Pandemi,Transaksi Penjualan Daring di Pasar Tradisional di Sleman Tembus Rp700 Juta

Selama Pandemi,Transaksi Penjualan Daring di Pasar Tradisional di Sleman Tembus Rp700 Juta

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/tangkapan layar
Peluncuran platform pasarsambilegi.id dan diskusi daring, Selasa (14/7/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Sejak pandemi Covid-19 melanda pada Maret 2020, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman menggencarkan program belanja daring di pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah kewenangannya.

Program belanja daring di pasar tradisional ini pun mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, RR Mae Rusmi S mengatakan dari nilai transaksi daring di pasar-pasar tradisional tersebut menembus Rp700 juta.

“Penjualan sudah menembus Rp700 juta,” ungkapnya dalam peluncuran platform pasarsambilegi.id dan diskusi daring, Selasa (14/7/2020).

Ia menyebutkan, di Kabupaten Sleman terdapat 42 unit pasar rakyat dengan 12 ribu pedagang.

Sementara, penjualan secara daring diterapkan di 24 pasar.

“Yang telah kami lakukan sejauh ini adalah menyosialisasikan bahaya dan pencegahan Covid-19 khususnya kepada para pedagang, memasang sarana cuci tangan dan imbauan di seluruh pasar, sosialisasi membersihkan lorong-lorong pasar, mengembangkan penjualan secara daring di 24 pasar rakyat,” paparnya.

Mae menjelaskan di Kabupaten Sleman terdapat orang-orang yang bertugas sebagai administrator penjualan daring. “Mereka bergerilya ke para pedagang untuk mengenalkan penjualan melalui WhastApp,” imbuhnya.

Menurutnya, ketika pasar tradisional sudah merambah transaksi daring, perlu diiringi persiapan-persiapan lainnya, semisal pendampingan para pedagang.

“Kami dampingi dan kami tuntun. Jangan sampai sold out semua, atau barang tidak sampai. Termasuk juga promosinya, bagaimana sampai ke masyarakat,” katanya.

Bangkitkan Pasar Tradisional, FISIPOL UGM Luncurkan Platform pasarsambilegi.id

Sementara, Perwakilan dari Paguyuban Pasar Sambilegi, Naimatul Wardiah menyampaikan beberapa hal yang selama ini menjadi hambatan yang dihadapi para pedagang pasar, khususnya Pasar Sambilegi.

Di antaranya seperti jumlah pengunjung yang sepi, semakin banyaknya warung dan restoran yang tutup, aktivitas sekolah dan perkantoran yang diberhentikan sementara, hingga menjamurnya toko modern dan kesulitan pasar rakyat untuk bersaing.

Maka dari itu, Paguyuban Pasar Sambilegi sangat menyambut baik adanya situs pasarsambilegi.id yang sangat membantu mereka dalam mempertahankan penjualan dan beradaptasi dengan kondisi terkini.

Dalam kesempatan yang sama, GKR Mangkubumi selaku Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Wilayah DIY memberikan pemaparannya mengenai strategi APPSI dalam menyikapi problematika pasar rakyat.

“Selama ini, anggapan yang sering kali beredar adalah bahwa semakin ramai pasar tersebut, maka semakin baik. Di saat pandemi seperti ini, kita perlu merefleksikan kembali anggapan tersebut untuk disesuaikan dengan aspek kesehatan. Kesehatan bukan hanya sekadar tentang Covid-19, tetapi juga kebersihan dan kerapian infrastruktur pasar tersebut secara keseluruhan,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved