Sleman

KPU Sleman Masuki Tahapan Pemutakhiran Data untuk Pilkada 2020

Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di wilayah Kabupaten Sleman kembali dilanjutkan setelah sebelumnya sempat dihentikan ata

Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kantor KPU Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di wilayah Kabupaten Sleman kembali dilanjutkan setelah sebelumnya sempat dihentikan atas pertimbangan adanya pandemi Covid 19.

Saat ini tahapan pemilu memasuki tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih melalui pencocokan dan penelitian (coklit).

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Indah Sri Wulandari menjelaskan bahwa tahapan pemutakhiran data ini merupakan salah satu tahapan yang sangat krusial dan strategis bagi terselenggaranya Pilkada.

KPU Sleman akan Lakukan RDT ke Penyelanggara Pemilihan

"Tahapan ini menentukan bagi tahapan pemilihan selanjutnya, mulai dari penentuan jumlah TPS, alokasi logistik, pola sosialisasi pemilihan, rekapitulasi hasil suara dan lain sebagainya. Maka jika tahapan ini bermasalah atau tidak valid, dapat dipastikan tahapan selanjutnya juga akan sangat terganggu," jelasnya Kamis (9/7/2020).

Ia juga menyebut, pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih ini sebagai langkah dalam memberikan jaminan warga negara terdaftar sebagai pemilih tanpa diskriminasi.

Jaminan tersebut melingkupi kemudahan untuk terdaftar sebagai pemilih dan mengetahui data pemilih tersebut serta memperbaiki elemen data di daftar pemilih.

Dalam pelaksanaan tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih ini, KPU Kabupaten Sleman dibantu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP).

"Tahapan ini akan dimulai 15 Juli 2020 sampai 13 Agustus 2020 dengan metode rumah ke rumah di wilayah Kabupaten Sleman," terangnya.

KPU Sleman Terima Tambahan Dana Hibah untuk Pilkada sebesar Rp 4,3 Miliar

Karena proses pendataan ini cukup krusial, maka Indah berharap mengharap masyarakat tidak melakukan penolakan bagi petugas yang datang.

Ia menekankan bahwa setiap petugas yang melakukan pendataan tersebut tetap menggunakan protokol kesehatan dan dibekali surat keterangan bebas covid-19.

Seluruh petugas telah melakukan rapid test.

"KPU Kabupaten Sleman berusaha semaksimal mungkin untuk menyesuaikan tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 untuk melindungi diri, keluarga dan semua lapisan masyarakat yang terlibat dalam pemilihan," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved