Bantul
Warga Bantul Lepas Gombloh Sapi Klangenannya untuk Kurban Presiden Jokowi
Gombloh ialah sapi jenis simental usia 3,5 tahun berwarna coklat tua berpadu putih di bagian kepala dan kaki.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Sama sekali tidak terbayang oleh Rika Daru Efendi, Gombloh, nama sapi kesayangannya, kini telah berpindah tangan menjadi milik Presiden RI, Joko Widodo, menjelang Iduladha ini.
Gombloh ialah sapi jenis simental usia 3,5 tahun berwarna coklat tua berpadu putih di bagian kepala dan kaki.
Dilihat dari perawakannya, hewan dengan berat hampir mencapai 1 ton itu memang beda dari sapi-sapi lain yang dipelihara oleh Rika.
Ya, Gombloh tampak gagah mempesona.
• Tawar-menawar, Presiden Jokowi Akhirnya Beli Satu Sapi untuk Kurban dari Peternak Bantul
"Sapi klangenan, pernah dua kali ikut kontes. Kemarin, di Grabag, Kabupaten Magelang, belum lama, Alhamdulillah dapat nomor lima. Ternyata, itu jadi kontes yang terakhir untuk Gombloh," katanya, Rabu (8/7/2020) siang.
Ia pun mengisahkan sepak terjang Gombloh hingga sampai ke telinga orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Semua bermula dari capaian pada kontes sapi pamungkasnya itu.
Seorang mantri hewan kemudian memintanya, supaya Gombloh diajukan jadi kandidat kurban presiden.
"Saya berpikiran, tidak mungkin lah Gombloh masuk seleksi untuk kurban Pak Presiden. Apalagi, sebelumnya saya juga masih ingin mengikutkan Gombloh ke kontes lagi tahun depan, saya tidak ada pikiran ke sana," ucapnya.
Oleh sebab itu, Rika tidak menduga ketika proses Gombloh dalam seleksi tersebut berjalan begitu lancar, meski para pesaingnya jelas bukan sapi sembarangan.
Sampai pada akhirnya, perwakilan presiden dari pemerintah pusat memberi kabar bahwa Gombloh dinyatakan lolos.
• Presiden Jokowi Beli Sapi Kurban dari Peternak asal Bantul, Berbobot 1 Ton Seharga Rp90 Juta
"Kemarin prosesnya dari mantri diajukan ke Kabupaten ya, terus naik ke provinsi, kemudian sampai pusat. Saya mikir, ini kok lancar sekali, cepat sekali, apa iya Gombloh lolos seleksi? Saya belum yakin, tapi akhirnya saya lepas lah setelah dari pusat telepon langsung," kisahnya.
Menurutnya, ada lima sapi yang diajukan dari DIY, yakni tiga dari Bantul, termasuk Gombloh, kemudian dua lainnya dari Sleman.
Namun, berdasar informasi yang diterimanya, sapi-sapi tersebut dinyatakan gagal lolos seleksi karena faktor berat badan yang kurang, serta mengandung cacing.
Pria yang menekuni dunia ternak sapi sejak bangku SMP tersebut mengakui, sempat terjadi negosiasi, atau tawar-menawar harga dengan perwakilan presiden.
• Jelang Iduladha, Permintaan Daging Sapi di Gunungkidul Menurun
"Tentu saja, sempat ada tawar-menawar ya, tapi akhirnya kita deal di angka Rp 87 juta. Katanya nanti mau dibayar cash, dari pusat mau datang ke sini," terangnya.
"Gombloh ini sapi kesayangan saya, berat sekali ya. Tapi, ini kan buat kurban. Nabi Ibrahim saja rela menyembelih anak sendiri, karena memang perintah dari Gusti Allah, apalagi hanya binatang kesayangan," tuturnya.
"Gombloh dari kecil sudah sama saya, kalau pakannya sih biasa, seperti sapi lainnya. Tapi, namanya sapi kesayangan, saya rawat sebaik mungkin, perlakuannya berbeda. Mudah-mudahan lah, Gombloh ini bisa memberi manfaat untuk masyarakat," pungkas pria 28 tahun tersebut. (TRIBUNJOGJA.COM)