Progres Pembangunan Jembatan Kiringan - Pelemadu Bantul, Dirancang Mampu Tahan Bobot hingga 400 Ton
Pembangunan jembatan yang ambruk akibat badai Cempaka pada akhir tahun 2017 itu menelan anggaran Rp11,6 miliar.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Dengan spesifikasi tersebut, truk tronton pun dipastikan bisa lewat.
Pantauan di lokasi, pembangunan dua tiang utama sebagai pondasi jembatan sudah hampir selesai.
Alat berat terlihat terus bekerja, meratakan bangunan pada bagian kedua sisi jembatan.
Proses pembangunan jembatan diperkirakan sudah mencapai 55 persen.
Dengan dibangunnya jembatan tersebut, untuk menyeberang sungai Opak, nantinya warga di-dua dusun tersebut tidak lagi harus memutar sejauh lima kilometer.
Debuti Rehabilitasi dan Kontruksi BNPB, Ir Rifai, mengatakan hasil monitoring dan evaluasi di lapangan, proses pembangunan jembatan sejauh ini menurutnya sudah cukup baik.
Pihaknya berharap jembatan dapat selesai sesuai dengan masa kontrak yang telah ditentukan.
"Sehingga dapat memberikan pertumbuhan ekonomi pasca bencana," ucap dia.
Ada lima jembatan yang dibangun di Kabupaten Bantul bersumber dari dana hibah BNPB.
Ke lima jembatan tersebut adalah jembatan Kiringan Jetis, Jembatan Dzikrul Ghofilin Kasihan, Jembatan Karanggayam Pleret, Jembatan Selopamioro Imogiri dan Jembatan Benyo di kecamatan Pajangan.
Total anggaran senilai Rp 65 miliar.
Bupati Bantul, Suharsono, berharap kelima jembatan tersebut dapat dikerjakan sesuai dengan aturan.
Sesuai spesifikasi, dan jangan sampai ada anggaran yang diselewengkan.
"Pokoknya jangan aneh-aneh, jangan dikurangi. Sesuai aturan dan sesuai spesifikasi," ucap dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pembangunan-jembatan-kiringan-pelemadu.jpg)