Progres Pembangunan Jembatan Kiringan - Pelemadu Bantul, Dirancang Mampu Tahan Bobot hingga 400 Ton

Pembangunan jembatan yang ambruk akibat badai Cempaka pada akhir tahun 2017 itu menelan anggaran Rp11,6 miliar.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Bupati Bantul, Suharsono, didampingi Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto bersama Debuti Rehabilitasi dan Kontruksi, BNPB, Ir Rifai saat meninjau langsung proses pembangunan jembatan Kiringan - Pelemadu 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jembatan penghubung dusun Kiringan, Desa Canden, kecamatan Jetis dengan dusun Pelemadu, Desa Sriharjo, di Kecamatan Imogiri, Bantul saat ini mulai dibangun.

Pembangunan jembatan yang ambruk akibat badai Cempaka pada akhir tahun 2017 itu menelan anggaran Rp11,6 miliar.

Pembangunan jembatan dilakukan oleh PT Telaga Pasir Kuta dan ditargetkan akan selesai pada 20 September mendatang.

Project Manager Pembangunan Jembatan, Junaidi, mengungkapkan jembatan yang dibangun dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu dibangun dengan spesifikasi cukup kuat.

Memakai kontruksi baja, bahkan sudah kelas B. Artinya, mampu menahan berat dengan bobot lebih dari 300 ton.

Jembatan dengan spesifikasi seperti itu, menurut dia, biasanya hanya digunakan untuk kelas jalan Kabupaten.

Jarang sekali dipakai untuk jalan kelas kelurahan seperti yang ada di Sriharjo dan Canden itu.

"Jalan kelurahan biasanya hanya memakai jembatan kelas C. Tapi ini sudah kelas B," ujar Junaidi, saat menerima rombongan monitoring dan evaluasi dari Debuti Rehabilitasi dan Rekontruksi, BNPB, Ir. Rifai didampingi Bupati Bantul Suharsono, Selasa (7/7/2020).

Ia mengatakan, jembatan kiringan - Pelemadu itu memiliki kedalaman pondasi 17 meter didasar sungai Opak sehingga dipastikan aman.

Bahkan untuk menghindari banjir luapan sungai Opak, jembatan dibuat 12 centimeter lebih tinggi dari jalan.

Nantinya, jembatan yang dibangun membentang di atas sungai Opak itu, memiliki panjang 3 bentang atau sekitar 84 meter.

Total lebar 7 meter dengan lebar jalan sekitar 5,5 meter, sehingga diklaim bisa untuk simpangan kendaraan.

Desain ini lebih lebar dari jembatan sebelumnya yang hanya mampu dilewati satu persatu sepeda motor.

Selain itu, jembatan juga dirancang dengan cukup kuat.

"Mampu menahan beban 400 ton," kata dia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved