Guru Besar UGM : Eucalyptus Belum Bisa Disebut Obat Anti Covid-19
Guru Besar UGM, Prof. Dr. Suwijiyo Pramono, DEA., Apt., mengungkapkan eucalyptus belum bisa dianggap sebagai obat untuk anti virus corona
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Hari Susmayanti
Ia mengungkapkan, pernah ada penelitian eucalyptus pada virus influenza dan virus corona.
Hasilnya menunjukkan mampu untuk membunuh virus flu dan corona.
“Virus corona Sars-CoV-2 ini kan baru, dalam uji Kementan kemarin menggunakan virus itu atau bukan? Misalpun sudah, kembali lagi kalau uji baru di tahap invitro, baru sebatas itu," katanya.
Penggunaan kalung eucalyptus diyakini bisa membunuh virus yang berada di luar tubuh, tetapi tidak efektif membunuh virus yang sudah berada di dalam tubuh karena dengan kalung zat aktif eucalyptus yang terhirup relatif kecil.
Walaupun bisa mematikan virus, tapi tidak signifikan.
Untuk membuktikannya, juga harus dilakukan uji klinik.
Selama ini eucalyptus digunakan secara topikal ataupun inhalasi.
"Bukan untuk digunakan per oral atau sebagai obat dalam. Pemakaian eucalyptus umumnya dioleskan atau dihirup seperti pada produk minyak kayu putih, balsem, roll on dan lainnya," ungkapnya. (Tribunjogja/Noristera Pawestri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kalung-antivirus-kementan.jpg)