Disdik Kota Yogya : Siswa yang Belum Dapat Sekolah Bisa Daftar di Kabupaten Lain
Disdik Kota Yogya : Siswa yang Belum Dapat Sekolah Bisa Daftar di Kabupaten Lain
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta menyatakan, permasalahan siswa yang belum mendapatkan sekolah akibat tidak terjaring dalam proses PPDB SMP bisa mendaftar ke sekolah di kabupaten lain di DIY.
"Ya sekarang kan sudah bisa mendaftar ke sekolah di kabupaten lain kalau tidak dapat di Kota Yogya. Banyak kok yang begitu," kata Kepala Disdik Kota Yogyakarta, Budi Asrori Jumat (3/7/2020).
Budi mengklaim, sejumlah sekolah yang belum mendapatkan murid sesuai dengan kuota bukan kekurangan murid, melainkan akibat adanya siswa yang mendaftar ulang kembali secara luring setelah dipastikan lolos pada tahap daring.
"Itu bukan kekurangan, sebenarnya cukup tapi karena ada yang tidak daftar ulang dan lapor diri makanya begitu," imbuhnya.
Budi menyebut, sistem yang dibentuk pada PPDB Kota Yogyakarta tidak otomatis mengganti calon siswa yang tidak lapor diri kepada siswa yang berada di bawahnya saat pendaftaran daring, sehingga sekolah tetap kekurangan murid.
• Dewan Desak Pemkot Yogyakarta Revisi Peraturan dan Sistem PPDB
• Batas Akhir Cetak Ulang Kartu Tanda Peserta UTBK Tahap Satu 4 Juli Besok
"Kalau begitu sistemnya ya tidak selesai-selesai nanti PPDB-nya. Nanti kalau tidak datang lagi ganti dengan bawahnya lagi tidak habis-habis," katanya.
"Sistemnya kan menggusur dan tidak pakai cadangan. Sekarang kan juga bisa daftar di Sleman, Bantul atau yang lain bebas sekarang karena tidak perlu lagi mengumpulkan dokumen," lanjut Budi.
Pihaknya juga belum mengetahui secara pasti alasan calon murid yang tidak lapor diri setelah diloloskan pada tahap pendaftaran daring. Permasalah itu diklaim dia nantinya akan menjadi proses evaluasi bagi pelaksanaan ke depan.
Budi juga tidak menampik bahwa pendaftaran di luar kabupaten lain hanya diperuntukkan bagi zonasi siswa berprestasi.
"Kita pastikan daya tampung sekolah negeri dan swasta mencukupi jadi tidak akan ada siswa yang tidak mendapat sekolah dan sekolah yang kekurangan siswa," klaim dia.(Tribunjogja/Yosef Leon Pinsker)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-ppdb-2020.jpg)