Breaking News:

Sri Sultan Hamengku Buwono X Minta BKKBN Siapkan Strategi Baru untuk Atasi Masalah Kependudukan

Sri Sultan Hamengku Buwono X Minta BKKBN Siapkan Strategi Baru untuk Atasi Masalah Kependudukan

Tribunjogja/Miftahul Huda
Sri Sultan Hamengku Buwono X Minta BKKBN Siapkan Strategi Baru untuk Atasi Masalah Kependudukan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menanggapi target penyelesaian tiga hal terkait program Kependudukan, Keluarga Berencana (KB) dan persoalan Stunting.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan secara tegas, dari tiga hal tersebut, dirinya berharap Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan DIY dapat memanfaatkan bonus demografi.

Bonus demografi yang dimaksudkan yakni potensi pertumbuhan ekonomi yang tercipta akibat perubahan struktur umur penduduk di DIY.

Ia khawatrir jika proporsi usia kerja lebih sedikit daripada proporsi usia yang bukan pekerja.

Sehingga akan timbul ketimpangan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan.

"Kalau maunya pak Kepala BKKBN yang baru ini ingin merubah strategi. Harapan saya ya adanya bonus demografi ini untuk acuan desain," katanya, seusai hadiri rapat Harganas di Kantor Gubernur, Senin (29/6/2020).

Peringatan Hari Keluarga Nasional, BKKBN DIY Targetkan 8.150 Akseptor KB

BKKBN : Pengguna Kontrasepsi dan Layanan KB Menurun Drastis

Sultan menambahkan, pada 2030 mendatang dirinya berharap supaya strategi tersebut tepat sasaran.

Sehingga dapat dipresentasikan pada 2030 nanti dari jumlah 100 pekerja, setidaknya ada 44 orang yang mampu membiayai anak dan keluarganya.

"Termasuk membiayai para lansia. Sehingga beban ekonominya rendah, dan sehingga kesejahteraan keluarga pekerja ini jauh lebih bagus," ungkapnya.

Ia melanjutkan, Pemda DIY menghindari adanya satu pekerja yang harus menanggung tiga usia bukan pekerja, dalam hal ini anak-anak dan lansia.

Kondisi tersebut menurutnya cukup berat terkait kesejahteraan bagi sebuah keluarga. Untuk itu, dirinya berharap strategi dari BKKBN harus betul-betul bagus.

"Ini memang akan menjadi tantangan bersama baik BKKBN dan kelembagaan lain," terang dia.

Salah satu yang menjadikan berat, Sultan menilai jika tiap-tiap BKKBN di daerah memiliki sudut pandang yang berbeda.

Selain itu, dalam kesempatan itu Sultan sedikit mengkritisi terkait anggaran BKKBN di daerah tingkat Kabupaten/Kota.

"Masak di Bantul anggaran BKKBN hanya Rp50 juta. Lah terus piye golek akseptor e? (Terus bagaimana mancari akseptornya," tandanya.(Tribunjogja/Miftahul Huda)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved