Breaking News:

Nasional

BKKBN : Pengguna Kontrasepsi dan Layanan KB Menurun Drastis

Data BKKBN terbaru menyebutkan, dibanding tahun 2019 lalu, terjadi penurunan sebanyak 1.179.467 pelayanan KB selama Januari – April 2020.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
metro.co.uk
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Pandemi Covid-19 telah mengurangi akses ke layanan kesehatan reproduksi serta membatasi sosialisasi dan penyuluhan KB selama periode pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Akibatnya, Indonesia diperkirakan mengalami lonjakan angka kelahiran pada 2021. 

Data BKKBN terbaru menyebutkan, dibanding tahun 2019 lalu, terjadi penurunan sebanyak 1.179.467 pelayanan KB selama Januari – April 2020.

Oleh karena itu, masa New Normal setelah meredanya pandemi seharusnya dimanfaatkan untuk segera menghidupkan kembali pelayanan KB.

Potensi Ibu Hamil Saat Pandemi di DIY Capai 14 Ribu

Hal itu mengemuka dalam diskusi daring yang digelar oleh BKKBN, IBI, dan UNFPA, bersama DKT Indonesia belum lama ini dengan tema Urgensi Pelayanan KB Pada Masa New Normal. 

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan, KB merupakan program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang harus dijaga implementasinya agar berkesinambungan.

Pemerintah sudah berkomitmen menggencarkan kembali Program KB untuk menurunkan angka kelahiran sehingga penduduk Indonesia bisa tumbuh seimbang. 

"Namun, selama masa pandemi kita melihat penurunan partisipasi KB yang cukup besar,” katanya. 

BKKBN mengungkap terjadinya penurunan drastis penggunaan kontrasepsi pada Maret 2020 dibandingkan Februari 2020.

Penggunaan berbagai alat kontrasepsi di seluruh Indonesia pada periode itu mengalami penurunan 35% sampai 47%, yang bisa berimbas pada meningkatnya jumlah kehamilan tidak direncanakan sebesar 15% pada 2021.

Prosentase Kesembuhan Covid-19 di DIY Masih di Angka 77 Persen, Berikut Rinciannya Hari Ini

“Peningkatan angka kehamilan apalagi yang tidak direncanakan akan menimbulkan masalah bagi keluarga di tengah situasi ekonomi yang sedang lesu. Karena itu, masa New Normal setelah meredanya pandemi menjadi momentum bagi BKKBN dan para pemangku kepentingan lainnya untuk kembali menggencarkan pelaksanaan Program KB," tambah Hasto. 

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Emi Nurdjasmi menambahkan, bidan menghadapi tantangan besar dalam memberikan layanan kesehatan reproduksi selama masa pandemi, terutama karena perempuan hamil mengalami perubahan kekebalan tubuh sehingga lebih rentan terhadap paparan Covid-19.

Karena itu, pemberian layanan kesehatan reproduksi oleh bidan di masa pandemi maupun New Normal harus benar-benar memperhatikan standar keamanan.

“Sebagai tenaga kesehatan paling depan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, bidan memegang peranan penting dalam mendukung kesehatan reproduksi dari aspek membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi hingga memberikan layanan KB. Di masa New Normal, sangat penting untuk memastikan bahwa bidan bisa terus melanjutkan pemberian layanan kesehatan reproduksi termasuk pemasangan alat kontrasepsi secara aman, baik bagi bidan maupun pasien,” kata Emi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved