Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Potensi Ibu Hamil Saat Pandemi di DIY Capai 14 Ribu

Tak seperti daerah-daerah lain di Indonesia, kekhawatiran terjadinya Baby Boom atau lonjakan angka kelahiran di DIY cukup rendah.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Kepala BKKBN DIY, Ukik Kusuma Kurniawan optimis mampu menekan angka kehamilan di DIY, Kamis (11/6/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tak seperti daerah-daerah lain di Indonesia, kekhawatiran terjadinya Baby Boom atau lonjakan angka kelahiran di DIY cukup rendah.

Dari target penurunan penggunaan alat kontrasepsi dan juga jalur pencegahan melalui program Keluarga Berencana (KB) lainnya, Pemerintah Pusat menargetkan tidak boleh lebih dari 25 persen.

Sementara di DIY sejak pandemi Covid-19, kekhawatiran akan adanya aktivitas seksual oleh pasangan suami istri yang meningkat, angka penurunan penggunaan KB atau putus layanan hanya 4,3 persen.

Itu artinya besar kemungkinan akan terjadi baby boom di DIY.

Namun jika dikalkulasikan dengan target angka kelahiran pertahun di DIY, jumlah tersebut masih cukup minim.

Dinkes DIY Masih Lakukan Pengumpulan Data Terkait Angka Kehamilan di Tengah Pandemi

Meski, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY tak memungkiri ada potensi lonjakan angka kehamilan.

Kepala BKKBN DIY, Ukik Kusuma Kurniawan menyampaikan, target pertahun kelahiran di DIY mencapai 42.000 bayi.

Jika melebihi angka tersebut, menurutnya dapat dianggap telah terjadi baby boom.

Ia menyadari selama pandemi Covid-19 potensi meningkatnya angka kehamilan akan tinggi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved