Nelangsa Petani Cabai di Bantul, Harga Anjlok saat Panen Raya
Nelangsa Petani Cabai di Kabupaten Bantul, Harga Anjlog saat Panen Raya
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Bisa-bisa hasil panen yang didapat hanya bisa digunakan untuk membayar tenaga sewa tersebut.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani dusun Patihan, Desa Gadingsari, Martono mengatakan anjloknya harga komoditas cabai merah di kisaran Rp 7.000/kg, baru kali ini dirasakan oleh para petani.
Padahal, biasanya cabai merah imperial harga jualnya cenderung stabil, dikisaran Rp 27 ribu - Rp 35 ribu perkilogram.
Apabila merosot sampai di bawah harga Rp 10 ribu perkilogram. "Petani pasti akan merugi," ujar Martono.
Menurut dia, di Dusun Patihan, luas lahan pertanian ada sekitar 10 hektar.
Saat ini, 7 hektar di antaranya digunakan oleh para petani untuk menanam cabai. Masa tanamnya tidak serentak tetapi berjenjang.
Martono berharap harga cabai segera naik sehingga petani bisa untung.
Paling tidak bisa tembus di angka Rp 10 ribu perkilogram agar petani tidak terlalu merugi.
"Kalau perkilo harganya Rp 10 ribu. Hitungannya impas. Kami bisa mengupah tenaga sewa untuk panen," ucap dia. (Tribunjogja/Ahmad Syarifudin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nelangsa-petani-cabai-di-bantul-harga-anjlog-saat-panen-raya.jpg)