Breaking News:

Bantul

KPU Bantul Rekrut Petugas Pemutakhiran Data Pemilih untuk Pilkada

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Bantul, Musnif Istiqomah mengatakan, perekrutan petugas pemutakhiran data pemilih dilaksanaka

Tribunjogja/Ahmad Syarifudin
Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul tahun 2020 terus berjalan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul saat ini mulai melakukan pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan bertugas melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Bantul, Musnif Istiqomah mengatakan, perekrutan petugas pemutakhiran data pemilih dilaksanakan mulai tanggal 24 Juni sampai 14 Juli 2020.

Ia menjelaskan, dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2020, KPU Bantul membutuhkan petugas sebanyak 2.081 orang.

KPU Bantul Kembali Lanjutkan Tahapan Pilkada 2020 Setelah Sempat Tertunda 3 Bulan

Kebutuhan tersebut, menurutnya, disesuaikan berdasarkan hasil pemetaan tempat pemungutan suara (TPS) yang telah dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Dengan mempertimbangkan jumlah pemilih yang tidak lebih dari 500 pemilih per-TPS serta tidak melakukan pemecahan Rukun Tetangga (RT) maupun pemecahan Kepala Keluarga (KK).

"Setelah ditetapkan, masa kerja PPDP akan dimulai tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020," terang dia.

Petugas pemutakhiran data pemilih nantinya bertugas melakukan pencocokan dan penelitian dengan cara mendatangi rumah ke rumah dalam ruang lingkup satu TPS.

Selanjutnya, hasil coklit tersebut akan direkap dan diolah oleh KPU Bantul untuk ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menyampaikan, bagi PPDP diharuskan memenuhi prasarat yang sudah baku.

Antara lain independen, sehat jasmani dan rohani, serta mampu mengoperasikan perangkat teknologi informasi.

Cegah Penularan Covid-19, KPU Bantul Rencana Tambah 660 TPS di Pilkada 2020

Mengingat saat ini masa pandemi covid-19, dikatakan Didik, ada beberapa syarat tambahan bagi petugas pemutakhiran data pemilih.

Di antaranya, berusia antara 20 - 50 tahun. Tidak memiliki riwayat penyakit degeneratif seperti Jantung, diabetes dan sebagainya.

"Selama bekerja, PPDP juga diharuskan mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19," ujar Didik. Menurutnya, untuk mencegah resiko penularan, saat menjalankan tugas, PPDB akan dibekali dengan alat pelindung diri (APD), berupa masker, sarung tangan sekali pakai, dan face shield atau pelindung wajah.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved