Wabah Virus Corona

Tanggapan Ahli UI Soal Temuan Kombinasi Obat Virus Corona

Seharusnya penemuan seperti ini harus dilandasi oleh publikasi yang terbit di jurnal ilmiah terlebih dahulu.

Editor: Rina Eviana
Kompas.com
Ilustrasi 

Tanggapan ahli

Terkait klaim kombinasi obat COVID-19 yang sudah ada di pasaran ini, Kompas.com meminta tanggapan Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Nafrialdi, PhD, SpPD.

Menurut Nafrialdi, seharusnya penemuan seperti ini harus dilandasi oleh publikasi yang terbit di jurnal ilmiah terlebih dahulu.

"Mestinya ada publikasi di jurnal ilmiah dulu, biar diperiksa metodenya, hasil penelitiannya, dan penarikan kesimpulannya. Baru publikasi umum," kata Nafrialdi menanggapi klaim tersebut dihubungi Kompas.com, Minggu (14/6/2020).

Universitas Airlangga Temukan Obat Virus Corona. Berikut 5 Fakta Tentang Obat Covid-19 Temuan Unair

"Namun saya belum tahu apakah sudah dipublikasi atau belum," ungkapnya.

Seperti dikatakan Nasih, uji toksisitas dan kombinasi efektivitas terhadap lima regimen kombinasi obat sudah mendapat sertifikasi uji layak etik dari tim etik RSUA.

Menanggapi hal tersebut, dokter Nafrialdi menjelaskan bahwa yang dimaksud layak etik adalah boleh maju ke tahap uji klinis atau uji coba pada manusia.

"Layak etik, artinya boleh maju ke uji klinis. Efektivitas pada pasien baru bisa dibuktikan berdasarkan uji klinis dengan metodologi yang baik," terangnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Temuan Kombinasi Obat Corona, Begini Tanggapan Ahli UI"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved