Jenderal Haftar Tertipu Tentara Bayaran dan Makelar Senjata Asing
Ia kehilangan tak kurang 35 juta dolar AS untuk pembelian aneka peralatan militer yang tidak pernah berwujud sampai hari ini.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Di sisi lain, penyelidikan PBB menemukan Jenderal Haftar telah menerima enam helikopter tua yang tidak ia inginkan, termasuk tiga heli Gazelle dan tiga Puma. Nilainya oleh penyelidik PBB diperkirakan tidak lebih 14 juta dolar AS.
Perjalanan pesawat terbang itu dari tangan terakhir pemiliknya membentang ribuan kilometer, melintasi benua Afrika.
Helikopter itu diduga dibeli di Afrika Selatan oleh jaringan perusahaan yang terkait dengan UEA dan diterbangkan ke Libya dari Botswana. Dokumen perjalanan menyebut tujuan akhirnya Yordania.
Menurut sumber itu, para penyelidik memperoleh dokumentasi kesepakatan itu seharusnya berisi helikopter serang Cobra yang lebih mahal, dan LASA T-Bird, pesawat pertanian yang diadaptasi untuk pengintaian.
Sumber diplomatik mengatakan perusahaan yang berbasis di Dubai, Lancaster 6 dan Opus, menurut penyelidik PBB, diduga membayar dan mengelola kesepakatan tersebut.
Juru bicara kelompok Lancaster 6 membantah tuduhan ini. Kepada The Independent, beberapa dokumen yang disebut bukan milik mereka.
Helikopter yang disebutkan dalam laporan itu terdaftar sebagai pesawat sipil, diidentifikasi sebagai "demiliterisasi" dan telah memasuki negara itu, setelah 20 individu yang disebutkan di dokumen penyelidikan telah pergi.
Mereka tidak mengomentari alasan untuk transfer helikopter dan hubungan mereka dengan itu, dugaan kekurangan $ 50 juta, atau sifat hubungan mereka dengan individu yang diidentifikasi sebagai tentara bayaran dalam penyelidikan PBB.
Juru bicara itu mengakui, "sekelompok orang yang disebutkan berada di Libya untuk waktu yang sangat singkat, sekitar 48 jam.
Mereka tidak melakukan apa-apa di sana. Justru kemudian merasa keselamatan pribadi terancam, lalu meninggalkan negara itu sebelum helikopter tiba di Libya.
"Kami bermaksud untuk menuntut dengan kuat segala tuduhan yang salah dan menyesatkan dan melindungi dari segala kerugian reputasi yang diderita," tulis Lancaster 6 dalam pernyataan mereka ke The Independent.
Konon, bukan kali ini saa Jenderal Haftar tertipu. Periode 2016 dan 2017, ia diduga membayar seorang pengusaha Amerika untuk membeli kapal patroli lepas pantai untuk menjaga perairan lepas timur Libya.
Tapi kapal itu tidak pernah dikirimkan. Seorang diplomat barat dan seorang karyawan perusahaan yang berbasis di UEA mengaku mengetahui kesepakatan itu.
Seorang pengusaha dari Texas dibayar lebih dari $ 6,5 juta oleh Haftar, terkait pembelian kapal patroli. Pengusaha itu mengontrak Excel International yang berbasis di UEA.
Perusahaan itu diminta melakukan perbaikan kapal pada awal 2016, termasuk penambahan helipad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jenderal-haftar-klaim-tembak-jatuh-pesawat-turki.jpg)