Bantul
Menakar Poros Tengah di Pilkada Bantul
Meskipun kemungkinan itu relatif semakin kecil, setelah sejumlah partai politik bermanuver dan dikabarkan sudah saling berkoalisi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Poros Tengah dibursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bantul tahun 2020 masih sangat mungkin terbentuk.
Meskipun kemungkinan itu relatif semakin kecil, setelah sejumlah partai politik bermanuver dan dikabarkan sudah saling berkoalisi.
Diketahui, saat ini sudah ada dua pasangan bakal calon yang hampir dipastikan maju di Pilkada Bantul, yaitu Abdul Halim - Joko Purnomo.
Mereka diusung oleh PKB dan PDIP. Lalu, ada pasangan Suharsono - Totok yang dijagokan oleh Gerindra dan Nasdem.
Belakangan, pasangan tersebut mengklaim telah mendapatkan tambahan dukungan dari Golkar dan PKS.
• Pilkada Bantul, Suharsono Klaim Dapat Dukungan Golkar dan PKS
Padahal, sebelumnya PKS bersama PAN, PPP dan Demokrat gencar berkomunikasi, memperjuangkan terbentuknya poros tengah.
Kini, seandainya tanpa PKS, mungkinkah poros tengah terbentuk.
Ketua DPC PPP Bantul, Hasyim Turmudzi mengatakan, poros tengah di Pilkada Bantul masih solid.
Meskipun dimungkinkan tanpa PKS. Ia mengatakan, ada tiga partai yang saat ini masih intens menjalin komunikasi. Ketiganya adalah PPP, PAN dan Demokrat.
"Jadi kami masih komitmen diporos tengah," ucap dia.
• Pilkada Bantul : Halim-JP Dapat Dukungan dari Aktivis Brotoseno
Menurut dia, berhitung kursi legislatif poros tengah, sudah memenuhi ambang batas persyaratan pengajuan pasangan calon.
PAN memiliki 5 kursi, PPP dan Demokrat masing-masing dua kursi, sehingga terkumpul 9 kursi.
Ia menyampaikan, sudah ada empat nama yang saat ini sedang dipersiapkan untuk dijadikan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati.
Mereka adalah dokter Sagiran, AKBP Bejo, Agus Santosa dan Hamdan Handoko.
Keempat nama tersebut, menurut dia, akan dipilih yang paling kuat, kemudian dalam waktu dekat akan segera dideklarasikan.
Mengenai kapan waktu deklarasi, Hasyim belum menjawab secara pasti namun Ia mengatakan setelah tahapan Pilkada kembali berjalan.
"Rencana deklarasi setelah tanggal 15 (Juni)," ucap dia.
Namun rencana tersebut tampaknya belum dikomunikasikan sepenuhnya kepada partai.
Pasalnya, saat dikonfirmasi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PAN Bantul, Wildan Nafis justru mengatakan sampai saat ini, dirinya belum mengetahui adanya rencana deklarasi tersebut.
"Saya malah belum mendengar ada rencana deklarasi. Tapi mungkin (komunikasi) petinggi partai," ucap dia.
Wildan kemudian justru menegaskan, sampai saat ini partai PAN belum menentukan sikap untuk dukungan di Pilkada Bantul.
Pihaknya, sampai saat ini mengaku masih melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai politik, untuk menentukan arah dukungan.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)