Yogyakarta

Banyak Warga Nongkrong dan Pesepeda Baru Bermunculan, Dewan Minta Pemda DIY Bersikap Tegas

Pemandangan tersebut dinilainya berseberangan dengan semangat Pemda DIY maupun DPRD DIY untuk menekan angka penularan Covid-19 di DIY.

Istimewa
Anggota Komisi A DPRD DIY Muhammad Syafii 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anggota Komisi A DPRD DIY Muhammad Syafii menangkap fenomena di tengah pandemi Covid-19.

Warga di Yogyakarta sudah mulai banyak yang keluar tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok maupun bekerja, melainkan nongkrong dan berkerumun di lokasi yang selama ini menjadi pusat keramaian sebelum adanya wabah Covid-19.

Ia mengatakan lokasi tersebut antara lain Tugu, Titik Nol, Alun-Alun Utara, Alun-Alun Selatan, dan sebagainya.

Pemandangan tersebut dinilainya berseberangan dengan semangat Pemda DIY maupun DPRD DIY untuk menekan angka penularan Covid-19 di DIY.

"Ruang publik mulai dipenuhi masyarakat yang melakukan kegiatan olahraga maupun sekadar duduk-duduk. Demikian pula makin banyaknya pesepeda baru yang berkelompok keliling di seputar Kota Yogya," ucapnya, Minggu (7/6/2020).

UPDATE Terbaru Corona di Indonesia 7 Juni, Jumlah ODP 40.370 Orang, PDP 14.197 Orang

Syafii menambahkan, saat ini DIY masih berstatus masa tanggap darurat sehingga ia meminta pemerintah tetap melakukan penertiban sama ketatnya seperti saat di awal penerapan masa tanggap darurat Covid-19.

"Penjagaan di perbatasan DIY dan Jateng juga harus tetap seperti waktu awal masa darurat Covid-19, yakni tetap harus dilakukan pengetatan seperti yg sudah berjalan. Sebab sejumlah tempat sudah mulai ramai bahkan terkesan seperti dalam keadaan normal. Padahal di DIY masih dalam masa tanggap darurat Covid-19 hingga akhir Juni 2020 mendatang," tegasnya.

Politisi PKS tersebut pun meminta Pemda DIY secara cepat untuk tetap dilakukan edukasi dan penertiban agar warga tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Selalu memakai masker, jaga jarak, selalu mencuci tangan sebelum dan setelah aktivitas serta dilakukan secara terbatas dulu," ujar Syafii.

Selama Dua Hari Terakhir, Angka Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Gunungkidul Bertambah 4 Kasus

Muhammad Syafii menambahkan kegiatan patrioli Satpol PP dibantu TNI dan Polri harus digalakkan lagi dan digencarkan lagi karena sudah banyak masyarakat yang melakukan kegiatan di tempat-tempat umum.

"Jangan sampai kegiatan di luar seperti bersepeda itu, intensitasnya dilakukan seperti sebelum terjadi wabah Covid-19. Saya berharap masyarakat juga harus tetap waspada, jangan terlalu berlebihan hingga menjadi lalai," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved