KUA Yogyakarta Sudah Membuka Kembali Pendaftaran Akad Nikah Mulai Hari Ini

Kantor Urusan Agama (KUA) Yogyakarta kembali membuka layanan pendaftaran akad nikah mulai hari Jumat (5/6/2020) ini.

via tribun bali
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Urusan Agama (KUA) Yogyakarta kembali membuka layanan pendaftaran akad nikah mulai hari Jumat (5/6/2020) ini.

Ini dilakukan lantaran para pegawai sudah mulai masuk kantor, sementara sebagian lainnya masih tetap bekerja dari rumah.

"Mulai Jumat (5/6/2020) para pegawai di kantor wilayah sudah memulai 30 persen pegawai bekerja di kantor dan selebihnya di rumah. Oleh sebab itu, jika kantor dibuka otomatis pelayanan pendaftaran nikah bisa dilayani," tutur Nur Abadi, Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta saat ditemui TribunJogja.com di kantornya Kamis (4/6/2020).

Lebih lanjut, ia mengatakan, pendaftaran bisa dilakukan melalui online.

Aturan Akad Nikah di Rumah Ibadah Saat New Normal dari Kemenag RI

Namun jika ada calon pengantin yang ingin mendaftarkan secara langsung juga tetap dilayani.

Kendati demikian, jika ingin mendaftarkan secara langsung bisa secara perwakilan.

"Selama ini biasanya kan yang mendaftar minimal 3 orang yaitu kedua mempelai pengantin dan walinya, namun sekarang ini perwakilan hanya 1 orang saja baik calon pengantin perempuan atau walinya saja," jelasnya.

"Kami juga tetap menerapkan sesuai protokol kesehatan, para petugas dan tamu diwajibkan menggunakan masker dan kami juga sudah menyiapkan wastafel di setiap area beserta dengan sabun cucinya," sambung Nur.

Sementara Kepala KUA Gondokusuman, Ghufron Su'udi mengatakan, pelayanannya di KUA tanggal 5 Juni sesuai dengan jam kerja yaitu Senin sampai dengan Kamis pukul 07.30 WIB-16.00 WIB dan Jumat pukul 07.30 WIB-16.30 WIB.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 4 Juni 2020, Tiga Hari Beruntun 0 Kasus Baru

"Namun jika calon pengantin menghendaki prosesi akad nikah di luar kantor juga akan tetap kami layani dengan syarat keluarga calon pengantin dapat menyertakan alasan yang kuat dengan permohonan resmi di atas materai Rp 6.000 dan alasan tersebut dapat diterima oleh penghulu," terang Ghufron.

Ia melanjutkan, untuk pelayanannya juga dibatasi yang biasanya melayani 8 orang per hari kemungkinan hanya 1 orang yang bisa dilayani di luar kantor.

Hal tersebut dilakukan demi kebaikan, baik untuk petugas, mempelai pengantin dan keluarga pengantin.

"Ketika penghulu memandang bahwa calon pengantin tidak mampu mengikuti protokol tersebut kita juga berhak untuk menolak. Seumpama batasan maksimal yang datang itu 8-10 orang termasuk calon pengantinnya namun kenyataannya yang datang lebih dari 10 orang kita berhak menolak karena telah melanggar protokol," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved