Update Corona di DI Yogyakarta
Persiapan New Normal, Pemda DIY Gelar Rapid Test di Pasar Tradisional
Pelaksanaan rapid test acak di pasar tradisional untuk memberikan kepastian atas melandainya kasus positif Covid-19 di DIY
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan bahwa pelaksanaan rapid test acak di pasar tradisional untuk memberikan kepastian atas melandainya kasus positif Covid-19 di DIY sebelum pelaksanaan new normal yang digadang-gadang akan diterapkan Juli mendatang.
"Betul. Kita di masa tanggap darurat sampai 30 Juni. Kita ingin yakinkan (kasus) 0 kita, 2 kita, 3 kita. Apakah memang hasil sesungguhnya atau kita masih ada sasaran-sasaran tes yang belum kita ketahui. Oleh karena itu kita sudah minta kabupaten/kota untuk melakukan tes massal di beberapa tempat kerumunan sehingga kita bisa memberikan gambaran data yang tepat sesungguhnya data kita ini semu apa benar," ungkapnya, di Kepatihan, Rabu (3/6/2020).
Ia mengatakan, bahwa rapid test massal telah dilakukan beberapa hari belakangan dan hasilnya tidak ada lonjakan penambahan kasus positif dari rapid test tersebut.
• BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 3 Juni 2020, Dua Hari Berturut-turut Nihil Kasus Baru
"Kalau kita lihat dari beberapa hari ini kita sudah lakukan rapid test massal dan penambahan kita masih dua. Saya kira data ini mudah-mudahan data yang sesungguhnya. Kita berani membuka mall, pasar, Masjid, Gereja, dan seterusnya dasarnya ini," bebernya.
Aji menambahkan, bahwa selain melandainya kasus baru, tingkat kesembuhan di DIY juga tergolong tinggi.
Hal tersebut juga menjadi dasar WHO untuk menghitung R0.
"Artinya menangani pasien dengan baik dan sembuh itu patut kita berikan nilai (apresiasi) teman-teman di rumah sakit. Ketersediaan tempat tidur kita juga masih cukup. Penularan Covid-19 di DIY mudah-mudahan ini karena kendali kita," ucapnya.
• Satpas Polresta Yogyakarta Perpanjang Masa Pengurusan SIM Dispensasi
Aji mengatakan bahwa kasus sembuh yang ada di DIY sebenarnya adalah orang-orang yang memiliki risiko tinggi karena selain faktor usia, mereka juga memiliki penyakit penyerta.
"Kalau seusia teman-teman gampang diobati, tapi kalau sudah rentan, sepuh, bisa sembuh," ucapnya.
Sementara itu, disinggung mengenai laboratorium yang beroperasional di DIY, Aji menjelaskan ada 4 lab, satu yang terbaru adalah Balai Besar Veteriner di Wates Kulon Progo yang memiliki kapasitas memeriksa 90 sampel.
"Satu kali tes kalau isinya cuma sedikit eman-eman. (Mending) banyak sekalian. Sampel yang sudah masuk dari pada nunggu sampel berikutnya, kita geser ke lab lain untuk bisa menghemat reagen," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/persiapan-new-normal-pemda-diy-gelar-rapid-test-di-pasar-tradisional.jpg)