Hingga Sabtu Pagi Pasukan Keamanan Ciduk 50 Orang Pemrotes di Minneapolis
Pasukan keamanan yang dikerahkan di Minneapolis, menciduk sekurangnya 50 orang sejak Jumat (29/5/2020) malam hingga Sabtu (30/5/2020) subuh
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Kota Minneapolis dan tetangganya, St Paul, telah diberlakukan pembatasan gerak warga sepanjang Jumat (29/5/2020) hingga Sabtu (30/5/2020) hari ini.
Perkembangan lain, di Detroit, pasukan keamanan tadi malam waktu setempat atau pagi WIB, dikabarkan menembak mati seorang pemuda di jalanan.
Pemuda yang belum disebutkan identitasnya itu tertembak di tengah kerumunan massa sekitar pukul 22.30 waktu setempat.
Namun polisi Detroit tidak dapat mengkonfirmasi apakah korban bagian dari pemrotes atau bukan. Namun penembakan itu terjadi di pusat kota tempat berlangsungnya protes.
Kepala Kepolisian Detroit James Craig mengatakan seseorang telah ditangkap setelah mencoba untuk menabrak seorang perwira.
“Saya tidak akan berdiri dan membiarkan segelintir penjahat datang ke sini, menyerang petugas kami, dan membuat komunitas kami tidak aman. Ketahuilah, kita tidak akan mentolerirnya, ”kata Craig.
Pengerahan militer mengatasi rusuh massa ini pertama dilakukan sesudah terakhir trjadi saat rusuh sosial di Los Angeles 1992.
Pemerintah federal juga telah menyiagakan pasukan militer di North Carolina dan New York, mengantisipasi kejadian buruk serupa di Minneapolis.
Sementara aksi unjuk rasa terjadi di berbagai kota besar di Amerika, termasuk kehadiran warga yang berusaha mengepung Gedung Putih.
Upaya represi aparat keamanan terjadi di Atlanta, Houston, Los Angeles, dan Denver. Di Atlanta, kantor pusat stasiun televisi CNN tak luput dari serangan.
Polisi Portland lewat akun resmi mereka menyatakan kerusuhan terjadi di kota dan memerintahkan orang banyak untuk pulang.
"Sebarkan sekarang atau Anda akan terkena gas, proyektil, dan cara lain yang diperlukan untuk membubarkan massa,” twit Portland Police Sabtu subuh waktu setempat.
Portland adalah salah satu dari lebih dari 20 kota di seluruh AS yang menghadapi protes akbar masyarakat sejak Jumat malam.
Sebelumnya polisi Portland mengatakan ada "vandalisme yang signifikan" di kota terkait dengan protes, serta penembakan, meskipun mereka tidak memberikan rincian tambahan.
"Acara ini telah dinyatakan sebagai pertemuan yang melanggar hukum. Jika Anda tidak pulang sekarang, kekuatan akan digunakan untuk membubarkan Anda," lanjut pernyataan polisi Portland.(Tribunjogja.com/CNN/ DailyMail/xna)