Kota Yogyakarta
'Taman Pintar Bercerita' Kenalkan Beragam Cerita Rakyat
Afi menambahkan, Taman Pintar Bercerita bisa diakses melalui aplikasi Spotify dengan nama kanal Taman Pintar Yogyakarta. Hingga kini sudah ada lima ce
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Saat ini, semakin banyak orang tua yang bingung karena anak-anak mulai bosan berada di rumah.
Taman Pintar Bercerita bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengisi aktivitas anak dan keluarga di rumah.
Sejak 2 April 2020, Taman Pintar Yogyakarta telah membatasi layanannya dengan tidak menerima pengunjung.
Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
• Yuk Ikutan Edukasi via Udara Melalui Taman Pintar Bercerita
Namun, bukan berarti Taman Pintar tidak melayani masyarakat. Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar, Afia Rosdiana mengatakan selama pandemi ada beberapa kegiatan yang dilakukan Taman Pintar untuk masyarakat.
Di antaranya Tepi Fan Art Challenge atau sayembara mendesain ulang karakter maskot Taman Pintar dan Fun Science Kit yaitu permainan sains sederhana yang bisa dimainkan anak di rumah.
Sejak 15 Mei 2020 Taman Pintar merilis suatu program baru bernama Taman Pintar Bercerita.
“Taman Pintar Bercerita merupakan suatu layanan masyarakat yang ditujukan untuk anak-anak. Konsepnya adalah Taman Pintar membacakan buku cerita, kemudian direkam dan disebarluaskan,” ujar Afi.
Afi menambahkan, Taman Pintar Bercerita bisa diakses melalui aplikasi Spotify dengan nama kanal Taman Pintar Yogyakarta. Hingga kini sudah ada lima cerita rakyat yang dapat dinikmati di kanal tersebut.
• TRIBUNJOGJAWIKI : Taman Pintar
Salah satu episode Taman Pintar Bercerita menghadirkan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi sebagai tamu spesial yang bertindak sebagai pembaca cerita.
Afi menjelaskan, ke depan pihaknya akan merilis satu cerita baru setiap pekan, tepatnya setiap Jumat siang. “Jadi saat akhir pekan sudah bisa didengarkan,” imbuhnya.
Adapun mengenai platform yang dipilih, Afi mengungkapkan ada banyak masukan kepada Taman Pintar untuk menggunakan file audio dibanding video melalui YouTube. Sebab, data yang digunakan tidak terlalu besar.
“Dari masukan yang kami terima, kalau YouTube secara data itu kan besar ya. Misalnya orang tua menyalakan untuk anaknya itu menjadi mahal, pulsanya banyak. Tapi kalau memakai podcast, relatif jauh lebih kecil,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Afi, file audio memiliki kelebihan dari segi pengembangan imajinasi anak yang mendengarkan. “Kalau bercerita nanti anak-anak yang mendengarkan itu bisa memainkan imajinasinya sendiri,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-walikota-yogyakarta-heroe-poerwadi-menjadi-tamu-spesial-yang-bertindak-sebagai-pembaca.jpg)