Kota Yogyakarta

Perubahan Cuti Bersama, ASN Pemkot Diminta Patuh

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta tidak mendapat jatah cuti Idulfitri. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Organ

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta tidak mendapat jatah cuti Idulfitri. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Organisasi Pemerintah Kota Yogyakarta, Sarwanto.

Ia mengatakan cuti bersama dialihkan akhir tahun, pada 28 sampai 31 Desember 2020. Sementara Idulfitri, ASN hanya mendapat jatah libur saat Idulfitri saja, yaitu pada 24 dan 25 Mei 2020.

ASN Pemkot Yogya Tidak Diberikan Cuti Tambahan dan Dilarang Mudik

Sebelumnya telah terbit Surat Edaran Walikota Yogyakarta No 061/1862/SE/2020, dimana ASN Pemkot Yogyakarta mendapat libur pada 22 Mei sebagai cuti bersama, dan libur Idulfitri pada 24 dan 25 Mei.

"Merujuk pada SE Kemendagri 440/3220/SJ tanggal 20 Mei 2020, juga merujuk pada SE Gubernur DIY 858/7922 tanggal 21 Mei 2020, tanggal 22 Mei diubah menjadi hari kerja. Sehingga ASN Pemkot Yogyakarta tetap bekerja pada Jumat (22/05),"katanya, Kamis (21/05/2020).

Sarwanto melanjutkan, SE Walikota Yogyakarta akan dikirim via e-office dan whatsapp grup kepala dinas.

Dengan demikian seluruh ASN di lingkungan Pemkot Yogyakarta dipastikan mendapat informasi terkait perubahan cuti bersama.

Pemkot Yogya Siapkan Protokol Pasca Pandemi COVID-19

Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga melarang ASN mudik selama libur Idulfitri. Jika terbukti melanggar, maka ASN tersebut akan mendapat sanksi disiplin, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

"Tentu ada sanksi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah libur Idulfitri, ASN aktif kembali pada 26 Mei 2020,"ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Yogyakarta meminta ASN tidak mudik saat libur Idulfitri.

Menurut dia, ASN merupakan panutan bagi masyrakat, sehingga ASN Pemkot Yogyakarta harus mentaati peraturan, termasuk untuk menerapkan protokol pencegahan COVID-19.

"Saya kira masyrakat cukup tahu diri, mereka menyadari kalau ASN adalah panutan di masyarakat. Sehingga ASN juga harus mematuhi aturan yang ada, termasuk dalam menerapkan protokol pencegahan COVID-19 dan juga untuk tidak mudik," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved