Sleman

Jumlah Pernikahan di Sleman Berkurang 20 persen

Pada hari yang normal, jumlah pasangan yang melangsungkan pernikahan setelah Ramadan akan meningkat, namun tidak demikian saat kondisi pandemi ini.

via tribun bali
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jumlah pernikahan yang dilayani di Kantor Urusan Agama (KUA) mengalami penurunan selama Pandemi Covid-19.

Pada hari yang normal, jumlah pasangan yang melangsungkan pernikahan setelah Ramadan akan meningkat, namun tidak demikian saat kondisi pandemi ini.

Kasi Binmas Islam, Kementerian Agama Kabupaten Sleman Jainudin mengatakan, saat ini pihaknya masih melayani pendaftaran pernikahan, namun dengan kondisi ini sedikit yang melakukan pendaftaran pernikahan.

Meski jumlah pernikahan di tiap kecamatan bervariatif, namun terlihat adanya penurunan dibanding hari biasa.

Kemenag DIY Imbau Warga Tetap Tenang

"Jumlah penduduk dan pendatang itu sekarang sangat berpengaruh kaitannya dengan jumlah pernikahan. Kalau beberapa bulan ini ada penurunan. Beda-beda di setiap KUA, tapi kurang lebih turun sebanyak 20 persen dibandingkan dengan bulan normal," ujarnya saat dihubungi Rabu (14/5/2020).

Ia mengungkapkan bahwa saat ini pendaftaran pernikahan tetap dilayani, namun demikian ia menilai masyarakat kini lebih memilih memundurkan jadwal pernikahannya.

Ia menceritakan, ada pasangan yang memilih memundurkan jadwal pernikahannya di Bulan September dengan pertimbangan saat itu pandemi Covid-19 sudah mereda.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa saat ini layanan pernikahan hanya bisa dilakukan di kantor KUA.

Namun jika masyarakat menginginkan pelaksanaan pernikahan di luar kantor KUA, maka mereka harus menyertakan surat pernyataan untuk menjaga keamanan, kenyamanannya dan keselamatan kesehatan yang berkenaan dengan protokol pencegahan Covid-19.

"Dari yang konsultasi rata-rata yang Juni berkurang, di undur sampai September. Untuk pernikahan yang pelaksanaannya ada di antara 23 April hingga 29 Mei dilakukan di balai nikah KUA kecamatan. Maksimal 1 hari 8 peristiwa di KUA," terangnya.

Polsek Mergangsan Tangkap Wanita Kasus Penipuan Bermodus Pesta Pernikahan

Terpisah, Kepala KUA Kecamatan Sleman Agung Nugraha menjelaskan pada bulan Mei sendiri, saat dalam keadaan normal, biasanya ada 50-75 peristiwa, namun kini turun menjadi 32 peristiwa pernikahan.

Sedangkan untuk bulan puasa memang cenderung jarang orang melaksanakan pernikahan.

Dari catatannya, hingga saat ini tercatat ada tujuh pasangan yang melangsungkan pernikahan di KUA Sleman.

Untuk persiapan pranikah yang biasanya dilakukan dengan tatap muka, diganti dengan berkomunikasi melalui grup Whatsapp.

"Untuk kegiatan seperti bimbingan yang mengumpulkan massa, sudah kita tunda dari Januari lalu. Terkait persiapan pra nikah, materinya bisa dikirim melalui grup Whatsapp," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved