Setelah Shulan, Kini China Lockdown Kota Jilin Dekat Perbatasan Korut dan Rusia
Temuan kasus positif Covid-19 di kedua kota itu memicu kekhawatiran gelombang kedua wabah yang akan datang melanda negara itu.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
Sekretaris Partai Komunis Wuhan, Zhang Yuxin, dipecat khir pekan lalu karena dinilai lemah mengawasi persebaran baru penyakit ini di kota itu.
Pada 11 Mei, Wuhan, sebuah kota berpenduduk 11 juta orang, telah melaporkan 50.334 total kasus dan sedikitnya 3.869 kematian.
"Kami harus tegas menghadapi risiko kembalinya wabah itu,” kata otoritas kesehatan Wuhan dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.
• AS Ikut Campur Konflik di Laut China Selatan, China Berang dan Klaim Punya Senjata Nuklir Terbesar
• Maria Branyas jadi Salah Satu Manusia Tertua di Dunia yang Sukses Kalahkan Virus Corona
Menurut Pusat Sumber Daya Coronavirus Universitas Johns Hopkins, pada 12 Mei, Cina telah memiliki 84.010 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan setidaknya 4.637 kematian.
Dua kluster wabah China saat ini, di timur laut dan di Provinsi Hubei, tempat pandemi itu muncul pada akhir 2019.
Kota itu terpisah ratusan kilometer, memicu kekhawatiran gelombang kedua infeksi yang ditakuti itu mungkin turun di negara itu tidak lama setelah isolasi nasional dicabut.
(Tribujogja.com/Russia Today/DailyMail/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lockdown-parsial-di-jilin.jpg)