Sleman

Volume Sampah di Kabupaten Sleman Menurun selama Pandemi Covid-19

Sampah di Kabupaten Sleman mengalami penurunan volume selama pandemi Covid-19. Hal itu disebabkan banyak warung makan, sekolah dan perkantoran yang tu

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sampah di Kabupaten Sleman mengalami penurunan volume selama pandemi Covid-19. Hal itu disebabkan banyak warung makan, sekolah dan perkantoran yang tutup.

Kepala UPT Persampahan Sleman, Seri Restuti Nur Hidayah menjelaskan, penurunan sampah yang dimaksud mencapai 10-20%.

Meski mengalami penurunan, namun jumlah sampah di depo meningkat.

Hal itu disebabkan adanya kebijakan baru pada awal Mei di mana hanya dump truk yang diperbolehkan membuang sampah di TPA Piyungan.

Kebijakan dari pemerintah provinsi ini dimaksudkan untuk memperlancar antrean kendaraan yang masuk ke TPA Piyungan.

Proses pembongkaran sampah akan lebih cepat menggunakan dump truk, sedangkan jika menggunakan truk biasa atau mobil pickup akan membutuhkan waktu yang lama karena sampah harus dibongkar secara manual.

Viral Video Seorang Pria Ditodong Tank Saat Keluar Rumah Buang Sampah, Begini Ceritanya

Dengan kondisi tersebut maka jasa-jasa pengambilan sampah yang biasa menggunakan mobil pikup atau truk memilih membuang sampah yang diangkut ke transfer depo.

"Karena dapat limpahan ini jadi volume sampah di transfer depo jadi bertambah. Tapi kalau secara umum, volume sampah di Kabupaten Sleman mengalami penurunan," ujarnya saat dihubungi akhir pekan ini.

Sedangkan sampah medis di rumah sakit sudah ada pengelolanya sendiri.

Selain itu, untuk sampah rumah tangga ada yang diambil oleh UPT Persampahan ada juga yang melalui jasa swasta.

"Pengambilan sampah dari UPT kan sesuai permohonan. Kami juga menyisir di jalan-jalan dan TPS-TPS yang ada," beber Restuti

Halaman
12
Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved