Buah Bibir
Fitri Aliyah Dapat Banyak Pelajaran Kehidupan dari Pesantren
Tujuh tahun lamanya, Fitri menjalani kehidupannya di pesantren. Bukannya bosan, ia malah betah untuk tinggal di sana.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Selain itu, selama di pesantren pun kegiatan Fitri cukup padat sehingga mengajarkannya tentang kedisiplinan.
"Jadi sebelum subuh itu ada tahajud, sholat subuh berjemaah, kajian kitab ihya Ulumuddin dengan pak kyai, jam set 9 kajian kitab riyadlus Sholihin dengan ustazah, jam 1 kajian kitab dengan ustazah, jam 4 kajian kitab ihya Ulumuddin dengan pak kyai, lalu setelah sholat isya, satu juz perhari. sekitar jam set 10 dilanjut kajian kitab tanwirul qulub dengan pak kyai lagi," jelasnya terkait kegiatannya selama di pesantren.
• Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah, Ajak Santri Mondok Sambil Kuliah, Bukan Kuliah Sambil Mondok
Semua dilakukan Fitri dengan senang hati karena baginya pesantren sudah menjadi rumah kedua.
Apalagi teman-teman di pesantren saling peduli.
"Teman-teman di pesantren itu asyik semua. Awalnya kepikiran susah tidak ya mendapatkan teman, ternyata tidak sama sekali. Karena anak yang pendiam pun, temannya pasti banyak kalau di pesantren," tutur Fitri.
Menurut Fitri, kehidupan di pesantren ibarat replika dunia di luar.
Sebelum terjun langsung ke masyarakat kita sudah dipersiapkan untuk terlatih baik mental dan fisik.
Jadi, ketika turun ke masyarakat sudah terbiasa. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fitri-aliyah-dapat-banyak-pelajaran-kehidupan-dari-pesantren.jpg)