Internasional
Ahli Rusia Bantu Venezuela, Dua Warga AS Dituduh Terlibat Terorisme
Venezuela menggelar Operasi Shark 2020 menyusul fakta upaya penyusupan bersenjata pihak asing yang bertujuan menculik Presiden Nicolas Maduro.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, CARACAS – Personil khusus Rusia dikabarkan turut dalam operasi pasukan Venezuela, merespon upaya infilitrasi bersenjata gagal melibatkan dua warga AS dan tentara bayaran dari Kolombia.
Keterlibatan personil khusus Rusia itu diwartakan media lokal Venezuela, dikutip Southfront.org, Sabtu (9/5/2020).
Belum ada klarifikasi dari militer Venezuela atau pemerintah Caracas terkait kabar keterlibatan Rusia ini.
Begitu juga pemerintah Moskow masih belum berkomentar.
Venezuela menggelar Operasi Shark 2020, menyusul fakta datangnya upaya penyusupan bersenjata pihak asing, yang bertujuan menculik Presiden Nicolas Maduro.
Patroli intensif digelar di perairan Carayaca, negara bagian La Guaira (sebelumnya negara bagian Vargas).
Di perairan inilah infiltrasi bersenjata melibatkan kontraktor keamanan Silvercorp dari Florida digagalkan.
• Pemerintah AS Batasi Ruang Gerak Jurnalis Asal China di Amerika
Meski begitu, laporan pelibataan para spesialis dari Rusia itu disebut tidak terkait urusan kemiliteran.
Rusia memberikan bantuan pasukan Venezuela di bidang manajemen pesawat nirawak dan pemantauan lahan hutan.
Sejak Washington terang-terangan berusaha mendongkel Maduro pada 2019, media arus utama dan diplomat AS telah berulang kali menjelek-jelekkan kehadiran Rusia dan Cina, dan bahkan Iran, di negara Bolivarian itu.
Perkembangan lain, Venezuela telah membuat sangkaan terhadap dua mantan prajurit khusus AS, Luke Denman dan Airan Berry, melakukan kejahatan terorisme dan konspirasi menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
Selain 2 warga AS, saat ini sekurangnya 17 orang telah ditangkap militer Venezuela. Sebanyak 8 lainnya tewas saat disergap. Pendiri Silvercorp, Jordan Godreau, mengaku menerima kontrak misi dari Juan Guaido, tokoh oposisi Venezuela.
Jordan lalu merekrut Denman dan Airan Berry, selanjutnya membuka pusat pelatihan tempur di beberapa titik di Kolombia.
Dokumen kontrak Silvercorp dan Juan Guaido diungkap media terkemuka AS, The Washington Post.
Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab mengatakan para mantan tentara khusus itu dituduh "terorisme, konspirasi, perdagangan gelap senjata perang dan asosiasi [kriminal]," dan bisa menghadapi hukuman penjara hingga 30 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ahli-rusia-bantu-venezuela-dua-warga-as-dituduh-terlibat-terorisme.jpg)