Internasional

Ahli Rusia Bantu Venezuela, Dua Warga AS Dituduh Terlibat Terorisme

Venezuela menggelar Operasi Shark 2020 menyusul fakta upaya penyusupan bersenjata pihak asing yang bertujuan menculik Presiden Nicolas Maduro.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
dailymail.co.uk
Ahli Rusia Bantu Venezuela, Dua Warga AS Dituduh Terlibat Terorisme 

Kantor Saab juga meminta penahanan dan ekstradisi veteran militer AS Jordan Goudreau dan dua Venezuela dituduh mengatur serangan yang gagal.

Sebelumnya Presiden Maduro menegaskan, bukti akan segera terungkap yang menunjukkan Presiden AS Donald Trump sendiri yang memerintahkan plot tersebut.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 9 Mei 2020, Bertambah 3 Kasus Positif Baru

Trump kemudian menolak gagasan itu, dengan mengatakan ia akan melakukan berbagai hal secara berbeda, memerintahkan "invasi" penuh jika ingin menguasai Venezuela.

Pemimpin oposisi Juan Guaido terus menyangkal ada kaitannya dengan serangan bersenjata yang gagal ke Venezuela.

Ini menentang klaim Godreau yang menyerahkan kontrak panjang kepada media Amerika, dan menyebut dialah komandan operasinya.

Guaido disokong Trump, dan diakui Gedung Putih sebagai Presiden Venezuela.

Tahun lalu ia memimpin upaya kudeta yang didukung AS, namun gagal di tengah jalan setelah pimpinan militer Venezuela menyatakan kesetiaan pada Maduro.  

“Kami sekali lagi menegaskan pemerintah sementara tidak memiliki hubungan, komitmen atau tanggung jawab dengan Silvercorp atau tindakannya, serta menyangkal bahwa Presiden Guaido telah menandatangani kontrak asumsi dengan [perusahaan],” tulis kantor Guaido lewat siaran pers.

Media The Washington Post menerbitkan dokumen setebal 41 halaman yang disebut kontrak multi-juta dolar antara Silvercorp dan Guaido.

Pelayan Pribadi Donald Trump Positif Covid-19, Bagaimana dengan Presiden Amerika Serikat Itu?

Dokumen itu dikirimkan pejabat oposisi Venezuela dengan syarat salah satu lampiran dihapus.

Meskipun kontrak lengkap tidak mengandung tanda tangan Guaido, penasihat utama Juan Rendon telah mengakui kepada Reuters bahwa ia merundingkan kesepakatan itu, dan namanya muncul di dalam kontrak bersama dengan anggota senior oposisi lainnya.

Guaido rupanya menandatangani "perjanjian layanan umum" yang lebih pendek, meskipun dokumen itu tidak menentukan untuk apa kesepakatan itu dibuat.

Penyusupan gagal dilancarkan Minggu pagi, 3 Mei 2020. Dua speedboat meluncur dari wilayah Kolombia, namun terdeteksi di perairan oleh nelayan, yang lalu mengirmaskan ke polisi dan militer Venezuela.

Luke Denman dan Airan Berry sudah menyampaikan testimony lewat video. Keduanya mengakui misi itu bertujuan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membawanya ke AS, untuk selanjutnya diadili atas tuduhan narcoterrorism. (Tribunjogja.com/Southfront/RussiaToday/xna)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved