Kesehatan
Sering Buka Puasa dengan Makanan Cepat Saji? Perhatikan Risikonya
Tapi jangan senang dulu. Menyantap makanan siap saji saat buka justru dapat membuat kita merasa lemas dan mengantuk.
Sekalipun Anda tidak minum, fast food biasanya didominasi oleh kandungan karbohidrat.
Karbohidrat lalu dicerna oleh tubuh dan menjadi glukosa (gula) dalam darah.
Proses ini akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara tiba-tiba yang kemudian meningkatkan resiko diabetes.
• Tips Agar Berat Badan Anda Tidak Naik Saat Puasa, Jaga Asupan Makanan dan Cukup Tidur
2. Kenaikan berat badan
Tidak makan dan minum lebih dari setengah hari seharusnya memberi efek pada penurunan berat badan.
Namun ini tidak berlaku ketika Anda mengonsumsi junk food saat berbuka puasa.
Selain tinggi karbohidrat, makanan cepat saji juga tinggi kalori dan minim serat.
Inilah yang dapat memicu tubuh untuk menimbun banyak lemak yang berpengaruh pada meningkatnya berat badan.
Kenaikan berat badan ini pun bukan hal baik karena lemak dari junk food umumnya termasuk dalam kategori lemak trans.
Jenis lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).
Pada jangka panjang, kondisi ini berpotensi menambah risiko penyakit yang berkaitan dengan jantung.
• Bisakah Covid-19 Menular lewat Makanan?
3. Garam dapat menahan cairan tubuh
Di samping karbohidrat dan gula, makanan cepat saji pun mengandung sodium (garam) yang tinggi.
Kombinasi inilah yang membuatnya terasa sangat nikmat dikonsumsi saat berbuka puasa.
Fungsi sodium adalah untuk menyeimbangkan cairan tubuh, sehingga garam sering digunakan untuk membantu seseorang yang mengalami dehidrasi agar mencegah kekurangan cairan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/promo-juli-2018-gerai-makanan-cepat-saji-kfc-mc-donalds-dan-burger-king_20180719_163341.jpg)