Kesehatan
Sering Buka Puasa dengan Makanan Cepat Saji? Perhatikan Risikonya
Tapi jangan senang dulu. Menyantap makanan siap saji saat buka justru dapat membuat kita merasa lemas dan mengantuk.
Kadar garam yang tinggi dapat menyebabkan cairan tertahan di pembuluh darah sehingga jantung bekerja lebih keras untuk memompa volume darah yang meningkat sehingga memicu tekanan darah tinggi.
Asosiasi Jantung Amerika (AHA) merekomendasikan konsumsi garam maksimal 2,300 miligram per hari.
Sedangkan satu porsi makanan cepat saji biasanya mengandung 1,292 miligram garam alias separuh dari batas konsumsi garam maksimal per hari.
Efek jangka panjang dari makanan cepat saji
Hobi mengonsumsi makanan cepat saji dapat membuat Anda mengalami berbagai masalah kesehatan.
Selain peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung, junk food juga akan memengaruhi sistem pencernaan.
Mulai dari konstipasi hingga berkurangnya bakteri baik dalam saluran cerna.
Belum lagi, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Apetite memperlihatkan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan cepat saji lebih rentan terkena penyakit Alzheimer dan Parkinson.
Hal tersebut dikarenakan tingginya kandungan lemak jenuh dan karbohidrat sederhana yang mudah diserap oleh tubuh, tanpa diimbangi serat dan nutrisi lainnya.
Bagi umat Islam, berpuasa adalah menahan haus dan lapar selama satu bulan penuh.
Namun bukan berarti dapat mengonsumsi junk food terus menerus untuk sahur dan buka puasa.
Saat Anda masih muda dan metabolisme tubuh masih bagus, efek negatif mengonsumsi makanan cepat saji mungkin tidak terasa.
Tapi Anda juga perlu memikirkan dampaknya untuk jangka panjang jika terlalu sering mengonsumsi makanan miskin nutrisi ini.(TRIBUNJOGJA.COM)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bahaya yang Mengintai Saat Buka Puasa dengan Makanan Cepat Saji"
Editor : Wisnubrata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/promo-juli-2018-gerai-makanan-cepat-saji-kfc-mc-donalds-dan-burger-king_20180719_163341.jpg)