Update Corona di DI Yogyakarta

BREAKING NEWS : Pemkab Bantul Gelar Rapid Test Massal, 2 Peserta Dinyatakan Reaktif

Dua peserta tes massal yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Selasa (5/5/29), dinyatakan reaktif Rapid Diagnostic Test (RDT). Keduan

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
news.un.org
ilustrasi Virus Corona (Covid-19) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dua peserta tes massal yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Selasa (5/5/29), dinyatakan reaktif Rapid Diagnostic Test (RDT). Keduanya yakni, ASN yang bertugas di Dinas Kominfo Bantul, serta seorang bidan.

Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Raharja menuturkan, pihaknya belum melakukan penelusuran lebih jauh lagi terhadap dua peserta reaktif RDT tersebut, lantaran kondisinya masih shock. Menurutnya, proses akan dilanjutkan, setelah situasinya kondusif.

"Ya, biar pikiran dan hatinya tenang dulu. Nanti pasti ketemu, dengan siapa pernah berkontak, akan kami telusuri kalau sudah tenang," tuturnya.

Ia mengungkapkan, begitu menunjukkan hasil reaktif, kedua pasien langsung dibawa menuju RS Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC), Bambanglipuro, Bantul, untuk menjalani isolasi, sekaligus melakukan test swab, guna memastikan paparan virusnya.

Hubungan China-AS Bakal Memanas, Penyiar China Sebut Menlu Amerika Serikat sebagai Evil Pompeo

"Karena hasil rapid test belum bisa dinyatakan positif Covid-19, belum final, masih harus dipastikan dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) test," ungkapnya.

"Nanti kalau dinyatakan positif berdasar swab, maka konsekuensinya ya seluruh pegawai di Diskominfo harus menjalani isolasi diri selama 14 hari dan ditindaklanjuti dengan RDT," tambah Agus.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, rapid test massal kali ini memang ditujukan untuk para pelaku perjalanan dari daerah-daerah pandemi atau zona merah Covid-19, maupun orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif, hingga tanpa gejala.

Menurutnya, terdapat 414 pendaftar melalui website, namun hanya 170 orang saja yang dinyatakan lolos verifikasi.

Pihaknya menyiapkan 25 tenaga medis, untuk membantu pelaksanaan RDT massal yang bergulir di Halaman Kantor Dinkes Bantul itu.

"Jadi, berdasar hasil rapid test terhadap 170 orang yang kami lakukan hari ini, terdapat dua peserta itu yang hasilnya reaktif," terangnya.

Ibu PDP Virus Corona di Bantul Meninggal Dunia Setelah 5 Hari Melahirkan, Hasil Swab Belum Keluar

Agus pun menuturkan, bagi peserta yang mendapati hasil negatif dalam rapid test tersebut, masih harus menjalani RDT tahap ke dua dengan jarak sepekan. Hal itu, tambahnya, untuk menguatkan hasil, atau diagnosa rapid test para peserta. 

"Ya, pekan depan para peserta yang hari ini hasilnya negatif akan menjalani RDT ke dua, untuk memastikan hasil rapid test," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved