Masjid di Iran Mulai Diiizinkan Buka, Teheran Siap Ekspor Alat Tes Cirus Corona
Masjid di Iran Mulai Diiizinkan Buka, Teheran Siap Ekspor Alat Tes Cirus Corona
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN – Iran berhasil secara perlahan pulih dari gempuran wabah virus Corona. Mereka sukses memperlambat tingkat infeksi secara dramatis, dan mulai membuka kembali secara hati-hati sector bisnis dan ruang publik.
Pada Minggu (3/5/2020) waktu Teheran, Presiden Hassan Rouhani mengumumkan masjid akan dibuka kembali di lebih dari 130 kota yang ditunjuk sebagai 'daerah berisiko rendah' mulai Senin (4/5/2020) ini.
Iran pun berencana mengekspor alat uji virus corona buatan dalam negeri ke negara-negara lain, termasuk Turki dan Jerman.
Kabar disampaikan Sorena Sattari, Wakil Presiden Iran untuk Sains dan Teknologi. Berbicara kepada Kantor Berita Republik Islam Iran IRNA, Senin ini, pejabat itu menjelaskan ekspor diperkirakan akan dimulai beberapa pekan mendatang.
Mereka telah menerima lisensi ekspor yang diperlukan dari Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran. Sattari mengatakan kit tersebut dibuat dan diproduksi oleh perusahaan berbasis pengetahuan Iran.
“Iran telah mencapai tingkat kemandirian terkait kit serologi diagnostik coronavirus yang memungkinkan kita untuk mengekspornya ke sebagian besar negara. Selain itu, kami belum menghadapi pembatasan pada volume ekspor produk ini di luar negeri,” jelasnya.
• Trump Percaya Diri Akhir Tahun Nanti Amerika Serikat Sudah Punya Vaksin Covid-19
• Ibu PDP Virus Corona di Bantul Meninggal Dunia Setelah 5 Hari Melahirkan, Hasil Swab Belum Keluar
Menurut pejabat itu, Iran kini telah membangun kapasitas untuk melakukan uji virus hingga satu juta tes virus corona per hari.
Semua tes ini dilakukan menggunakan kit yang diproduksi di dalam negeri. Ini adalah angka yang signifikan, mengingat negara Timur Tengah memiliki total populasi sekitar 83 juta orang.
"Perusahaan berbasis pengetahuan kami telah menghasilkan banyak untuk coronavirus, yang dapat kami ekspor ke negara lain pada musim gugur, ketika gelombang kedua coronavirus menyerang," kata Sattari.
Sebelumnya ia telah mengindikasikan selain test kit, Iran telah membuat langkah dalam produksi peralatan ICU dan CCU, mesin CT-scan, desinfektan, dan lebih dari 6 juta masker per hari.
Selama bulan-bulan pertama pandemi coronavirus, Iran adalah satu di antara sedikit negara yang paling terpukul oleh wabah ini.
Tidak hanya tingkat kematian yang tinggi, tetapi tingkat infeksi yang lebih tinggi dari biasanya di antara para pemimpin dan anggota parlemen negara itu.
Hari ini, dengan total 97.400+ infeksi total dan 6.203 kematian, negara ini masih masuk di daftar 10 besar secara global.
Otoritas kesehatan Iran mengumumkan negara itu tidak lagi dalam bahaya pada total infeksi akhir bulan lalu.
Jumlah kematian menurun dan jumlah pemulihan meningkat menjadi lebih dari 66.000 pada 24 April. Pemerintah mengizinkan bisnis berisiko rendah , termasuk pabrik, bengkel dan beberapa toko untuk melanjutkan operasi pada akhir April.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/masjid-di-iran-mulai-diiizinkan-buka-teheran-siap-ekspor-alat-tes-cirus-corona.jpg)