Donald Trump Bantah Pemerintah AS Lambat Tangani Pandemi Virus Corona di Negaranya
Donald Trump Bantah Pemerintah AS Lambat Tangani Pandemi Virus Corona di Negaranya
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON DC - Korban tewas akibat wabah virus corona di Amerika Serikat hingga saat ini tembus 68.000 dengan total kasus lebih dari 1,1 juta positif virus corona.
Menyikapi hal itu, Presiden AS Donald Trump memberi peringatan kalau korban tewas bisa jauh lebih banyak, bisa menyentuh angka 100.000 orang.
Berbicara selama dua jam dalam wawancara dengan Fox News di Lincoln Memorial, dia membantah pemerintahannya bertindak terlalu lambat menangani wabah.
Saat ini, AS adalah apisentrum Covid-19, dengan korban meninggal lebih dari 68.000, dengan total kasus penularan mencapai 1,1 juta.
Trump menyuarakan optimistis terkait pengembangan vaksin virus corona, di mana dia menyebut obat itu bakal siap pada akhir 2020.
Meski para pakar meyakini vaksin untuk wabah ini baru siap dalam kurun waktu sekitar 12 sampai 18 bulan, dilaporkan BBC Senin (4/5/2020).
"Dokter mungkin memperingatkan agar saya tak berkata seperti itu. Saya akan katakan apa yang seharusnya, vaksin akan siap secepatnya," tegasnya.
• Kena PHK Karena Dampak Virus Corona, Frans Ingin Jual Ginjal Demi Penuhi Kebutuhan Hidup Keluarganya
• Nol Kasus Covid-19 Sejak Dua Minggu Terakhir, Vietnam Kembali Buka Bersekolah
Di antara pakar yang tak sepakat dengan kepercayaan diri itu adalah Anthony Fauci, pejabat kesehatan top AS dan Kepala Medis Inggris, Chris Whitty.
Dr Fauci sempat menerangkan, vaksin yang bagus setidaknya membutuhkan waktu selama 18 bulan untuk dikembangkan dan diuji coba.
Sementara Profesor Whitty mengatakan, peluang mendapatkan vaksin efektif untuk memerangi Covid-19 pada tahun depan "relatif kecil".
Dalam wawancara tersebut, presiden 73 tahun itu menyanggah pemerintahannya dianggap tak cukup cepat mengatasi pandemi.
"Kami bertindak di jalur yang benar."
Meski begitu, sang presiden mengakui bahwa korban meninggal karena virus corona bisa mencapai ratusan ribu orang, jauh melebihi prediksinya.
Dua pekan lalu, pemimpin dari Partai Republik itu memprediksi sekitar 50.000 sampai 60.000 orang Amerika akan kehilangan nyawanya.
Namun, setelah data motalitas melebihi 68.000, dia menyebut parameternya sudah berubah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/donald-trump-bantah-pemerintah-as-lambat-tangani-pandemi-virus-corona-di-negaranya.jpg)