Disebut Sebarkan Berita Bohong soal Kim Jong Un, Begini Nasib Pembelot Korea Utara

Seorang pembelot Korea Utara minta maaf setelah menyebut Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un terlalu sakit hingga tidak bisa berdiri.

Tayang:
Editor: Joko Widiyarso
AFP/KCNA VIA KNS/STR
Foto yang dirilis oleh kantor berita KCNA pada 1 Januari 2020 memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan Partai Buruh, di mana dia mengumumkan penghentian moratorium penghentian uji coba senjata. 

TRIBUNJOGJA.COM, SEOUL - Seorang pembelot Korea Utara minta maaf setelah menyebut Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un terlalu sakit hingga tidak bisa berdiri.

Ucapan itu terjadi beberapa hari setelah Kim muncul kembali ke hadapan publik, di mana dia terlihat tertawa dan merokok.

Selama sekitar 20 hari, Kim Jong Un tidak muncul ke hadapan publik, memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.

Beragam isu pun muncul, di mana sejumlah pakar menyoroti apa yang terjadi dengan Korea Utara jika Kim Jong Un meninggal.

Namun pada Sabtu (2/5/2020), Pyongyang merilis foto Kim ketika menggunting pita merah saat meresmikan pabrik pupuk di Sunchon.

Kisah WNI Awak Kapal Pesiar 2 Bulan Terobang-ambing di Tengah Laut Karena Kapalnya Ditolak Berlabuh

Kemunculannya tak pelak menjadi tamparan bagi sejumlah pembelot, yang berspekulasi bahwa Kim menderita penyakit parah yang paling parah, meninggal.

Foto yang dirilis Korea Utara memperlihatkan Kim Jong Un tengah berada di sebuah pabrik pupuk untuk melaksanakan pemotongan pita
Foto yang dirilis Korea Utara memperlihatkan Kim Jong Un tengah berada di sebuah pabrik pupuk untuk melaksanakan pemotongan pita (Yonhap News)

Salah satunya adalah Thae Yong Ho, yang dulunya merupakan Wakil Duta Besar Korut untuk Inggris, di mana dia disebut mengelola dana rahasia Kim.

Thae kemudian melarikan diri ke Korea Selatan pada 2016, di mana dia kini terpilih sebagai anggota parlemen dalam pemilihan April.

Dalam rilis resminya, Thae mengaku dia paham jika banyak orang memilihnya karena analisa akurat dan proyeksi mengenai isu di Korut.

"Saya merasa bersalah sekaligus bertanggung jawab. Jadi apa pun alasannya, saya minta maaf kepada semua orang," ungkap Thae.

Masjid di Iran Mulai Diiizinkan Buka, Teheran Siap Ekspor Alat Tes Cirus Corona

Pembangkang lain yang terpilih, Ji Seong Ho, sempat mengutarakan dia yakin 99 persen bahwa Kim meninggal setelah menjalani operasi kardiovaskular.

Dilansir Reuters Senin (4/5/2020), dia dengan yakin menyebut pengumumannya bakal muncul Sabtu.

Gambar yang diambil pada 24 Agustus 2019 dan dirilis 25 Agustus oleh kantor berita Korea Utara 9KCNA) memperlihatkan Pemimpin Korut kim Jong Un merayakan uji coba senjata peluncur roket berukuran besar di lokasi yang tidak diketahui.
Gambar yang diambil pada 24 Agustus 2019 dan dirilis 25 Agustus oleh kantor berita Korea Utara 9KCNA) memperlihatkan Pemimpin Korut kim Jong Un merayakan uji coba senjata peluncur roket berukuran besar di lokasi yang tidak diketahui. (AFP/KCNA VIA KNS)

Begitu kabar Kim masih hidup menyeruak, dia tak bisa dimintai komentar.

Ji, yang sempat diundang dalam Pidato Kenegaraan Presiden AS Donald Trump di 2018, mengungkapkan dia mendapat info soal kematian Kim dari sumber terpercaya.

Trump Percaya Diri Akhir Tahun Nanti Amerika Serikat Sudah Punya Vaksin Covid-19

Perkataan keduanya tak pelak mendapat kritik dari Partai Demokratik, yang menyebut Thae dan Ji seharusnya bisa bekerja luar biasa daripada memberi informasi sesat kepada publik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved