Ramadan 2020
Pisang Ijo, Tajil Pemanis Rezeki Suryadi Selama Ramadan
Panganan khas Sulawesi Selatan, ini, umumnya disajikan dengan sirup khusus serta rajangan kacang tanah yang digoreng.
Penulis: Irvan Riyadi | Editor: Ari Nugroho
Ia pun menyatakan, keuntungan dari berjualan pisang ijo, terasa lebih menjanjikan dibandingkan yang lain.
"Kalau ndak puasa, jualan keliling seharian, belum tentu laris. Jualan ini (pisang ijo), sekitar dua jam, nutup semua, alhamdulillah laris. Tapi kan karena momennya memang puasa," tambahnya.
Panganan khas Sulawesi Selatan, ini, umumnya disajikan dengan sirup khusus serta rajangan kacang tanah yang digoreng.
Terkait hal itu, Suryadi menuturkan, pisang ijo yang dijajakannya memang tidak akan sama dengan yang dikenal. Namun, baginya rasa intinya tidak hilang.
“Tahu saya kalau ada sirupnya yang khas. Tapi di Jogja tidak ada yang jual, yang penting rasa manisnya tetap mirip lah,” pungkas Suryadi.
Beberapa pelanggannya hari ini, ternyata memang merupakan orang-orang perantau, yang kebetulan adalah penikmat pisang ijo.
Sulfikar, misalnya. Pemuda asal Sulawesi, ini mengaku, memang mencari pedagang pisang ijo di beberapa tempat.
Hal itu, karena pisang ijo adalah salah satu menu berbuka favoritnya.
“Dua hari lalu, beli di daerah Gejayan, hari ini di sini. Menu andalan dari dulu soalnya,” ujar Sulfikar.
Senada dengan yang diungkapkan Suryadi, Sulfikar pun menyebutkan, jika sekalipun tidak persis sama dengan pisang ijo yang biasa dirasakannya di kampung halaman, namun setidaknya tidak menghilangkan rasa manis dari pisang dibalut kulit beraroma pandan, dengan saus fla yang manis.
“Beda sekali. Kalau biasanya harus pakai pisang Raja, kalau di sini pisangnya kadang beda, sirup juga beda. Tapi tidak apa, yang penting pisang ijo kan,” pungkas Sulfikar seraya pamit berlalu. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suryadi-pedagang-pisang-ijo-di-sekitar-pasar-lempuyangan.jpg)