Update Corona di DI Yogyakarta

Tidak Ada Penumpang dari Jabodetabek di Terminal Giwangan

Sudah sejak Senin kemarin tidak ada penumpang dari wilayah Jabodetabek bahkan Surabaya sama sekali.

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
SEPI- Sejumlah calon penumpang menanti bus di terminal bus Giwangan, Kota Yogyakarta, Jumat (24/4/2020) Adanya sejumlah peraturan baru tentang moda transportasi dalam masa penanganan wabah pandemik Covid-19 ini, sejumlah bus antar kota dalam provinsi dan bua antar kota antar provinsi sudah tidak terlihat beroperasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pasca penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik, penumpang di Terminal Giwangan mengalami penurunan hingga 90 persen.

Kepala UPT Terminal Giwangan, Bekti Zunanta mengatakan sudah sejak Senin kemarin tidak ada penumpang dari wilayah Jabodetabek bahkan Surabaya sama sekali.

Hal itu karena wilayah yang menerapkan PSBB tidak memperbolehkan bus keluar dari wilayah tersebut.

"Wilayah yang PSBB kan juga sudah dicegati (diberhentikan). Kemudian juga ada pemeriksaan di daerah perbatasan masuk DIY, kemudian disuruh putar balik. Tidak ada penumpang (Jabodetabek)," katanya, Rabu (29/04/2020).

Terminal Giwangan Sepi Penumpang

"Kalau dilihat sampai sekarang, ya bisa mencapai 90 persen (penurunan penumpang),"sambungnya.

Ia menerangkan Terminal Giwangan tidak termasuk dalam 18 titik pantau PSBB, dengan demikian terminal masih tetap beroperasi.

Terminal Giwangan pun masih tetap menerima bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), namun hanya dari daerah yang non PSBB.

Sejauh ini hanya beberapa daerah saja yang masuk ke Terminal Giwangan, seperti Purwokerto, Magelang, Tasik, dan Cilacap.

Penumpang dari daerah tersebut pun tidak banyak.

"Kemarin hanya ada 65 penumpang, tetapi ya dari Purwokerto, bukan dari Jabodetabek. Meskipun bukan dari daerah endemi, tetep kita lakukan pendataan. Kita lakukan protokol yang sudah ditetapkan," terangnya.

Berlakunya PSBB di beberapa daerah sangat berpengaruh pada bus yang operasional.

Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona

Bahkan PO bus memilih untuk tidak beroperasi.

Dampaknya ada penumpang yang akhirnya tidak bisa berangkat.

"Kemarin ada satu penumpang, mau ke Bandung untuk menengok anak dan istri. Tidak ada bus yang beroperasi, ya kita suruh balik. Kan tidak boleh mudik," ungkapnya.

Ia menambahkan saat kondisi terminal lebih sepi, sebab tidak hanya bus yang berada di terminal.

Banyak bus yang tidak lagi memarkirkan busnya di terminal.

Saat ini terminal masih melayani bus AKDP, khususnya Trans Jogja.

"Trans Jogja masih (beroperasi), tetapi penumpang ya tidak pasti," tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved