Breaking News:

Gunungkidul

Pantai di Gunungkidul Ditutup, Wisatawan Tetap Nekat Berdatangan

Demi mencegah terjadinya keramaian sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menutup seluruh pantai wisata.

Istimewa
Spanduk pemberitahuan penutupan wisata Pantai Kukup di Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Demi mencegah terjadinya keramaian sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menutup seluruh pantai wisata.

Penutupan dilakukan sejak 24 Maret lalu.

Meski informasi sudah dipublikasikan dan penjagaan juga dilakukan, rupanya masih ada wisatawan yang tetap nekat ingin berkunjung.

Salah satu jalur menuju pantai yang kerap dilewati wisatawan berada di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Desa Kemadang Suminto.

Posko Penyekatan Mulai Beroperasi, Warga Gunungkidul Berpelat Luar Daerah Masih Boleh Melintas

"Banyak wisatawan yang ingin masuk ke kawasan pantai, terutama saat akhir pekan seperti ini," tutur Suminto dihubungi pada Minggu (26/04/2020).

Mengikuti instruksi Dispar Gunungkidul, Pemerintah Desa Kemadang menerjunkan relawan dan petugas untuk berjaga di pintu Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) menuju pantai.

Posko pun didirikan di depan Balai Desa yang persis di pinggir jalur wisata, sebelum TPR.

Suminto mengatakan tiap kendaraan yang melintas akan diperiksa dan ditanyai keperluannya.

Jika mereka berniat untuk berwisata, maka pengendara diminta untuk berputar balik.

Namun jika mereka tetap membandel atau berbohong pada relawan terkait keperluannya, maka mereka akan menjumpai petugas di TPR dan kembali diminta berputar balik arah.

Corona Belum Reda, TWC Perpanjang Penutupan Akses Wisata di Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko

"Mereka yang melintas juga didata oleh petugas, termasuk diinformasikan terkait penutupan kawasan pantai. Sebagian besar di antaranya menerima informasi tersebut," jelas Suminto.

Ia pun memaklumi para wisatawan yang tetap nekat ingin berkunjung ke pantai. Menurutnya, warga jenuh lantaran harus berada di rumah.

Apalagi menjelang puasa, biasanya warga menuju pantai untuk melakukan tradisi padusan.

Tradisi padusan merupakan simbol menyucikan diri dengan mandi di pemandian atau sumber-sumber air.

Padusan terutama dilakukan dalam rangka menyambut datangnya Ramadan.

"Setidaknya beberapa hari terakhir sudah ratusan kendaraan yang diminta untuk berputar balik arah," ungkap Suminto.

Selain kawasan pantai, Sekretaris Dispar Gunungkidul Harry Sukmono beberapa waktu lalu menyatakan penutupan juga berlaku bagi desa-desa wisata di Gunungkidul.

Penjagaan pun dilakukan oleh petugas untuk memastikan pengunjung tidak mendatangi tempat wisata.

Menurutnya, penjagaan dilakukan selama 24 jam penuh.

"Kalau penjagaan di desa wisata dilakukan oleh anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat," kata Harry.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved