Stupa Dawangsari

Menelisik Apa Fungsi dan Manfaat Stupa Dalam Kultur dan Religi Budha

Apakah Stupa Dawangsari merupakan tempat penanaman abu jenazah, seperti fungsi aslinya di masa India kuno?

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/xna
Sudut tenggara bagian kaki bangunan kuno Stupa Dawangsari masih insitu atau belum bergeser dari titik asli, Jumat (24/4/2020) 

Focus Group Disscussion Balkon Borobudur 2-3 Februari 2018 merekomendasikan, kajian tentang chattra masih perlu dilanjutkan kembali untuk memastikan unsur otentisitas dalam pemugaran cagar budaya.

Gagasan mengenai chattra Candi Borobudur dikemukakan pertama kali oleh van Erp pada 1931.

Gagasan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk rekonstruksi stupa utuh dengan tiga susun chattra dan ditambah susunan batu sebanyak 9 lapis di bawahnya.

Namun karena oleh beberapa ahli keberadaan chattra ini diragukan, maka rekonstruksi van Erp saat ini tidak dipasang pada Candi Borobudur.

Saat ini chattra masih dapat dilihat di Museum Borobudur di area Taman Wisata Candi Borobudur.

Di bawah bentuk chattra terdapat susunan batu berbentuk tongkat yang dinamakan yasti. Di bawah yasti terdapat harmika.

Harmika adalah bagian antara badan dan puncak stupa. Harmika pada candi induk mempunyai dua bentuk, yaitu persegi empat dan persegi delapan.

Pada stupa-stupa teras melingkar, bagian harmika pada teras I dan II (bawah) berbentuk kotak, sedangkan pada stupa teras III (atas) berbentuk persegi delapan.

Di masa India kuno, stupa menjadi tempat menyimpan abu sang Buddha Gautama. Setelah wafat lalu dikremasi, abu Buddha disimpan dalam delapan stupa terpisah yang didirikan di India Utara.

Pada perkembangannya, stupa menjadi lambang Buddhisme itu sendiri. Semasa pemerintahan Ashoka, dibangun banyak stupa untuk menandakan kedudukan Budddha sebagai agama utama di India.

Demikian pula di Asia Timur dan Asia Tenggara, stupa didirikan sebagai bukti pengakuan terhadap Buddhisme di wilayah yang bersangkutan.

Secara prinsip, sebagai lambang perjalanan sang Budddha masuk ke nirwana, stupa terdiri tiga bagian penting. Yaitu andah, yanthra, dan cakra.

Pembagian dan maknanya tidak jauh berbeda dengan candi. Bangunan stupa di Indonesia memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan di India maupun di Asia Timur.

Di sini, lebih sering dijumpai stupa yang menjadi bagian candi. Stupa Dawangsari yang berukuran jumbo, agaknya perkecualian.(Tribunjogja.com/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved