Hasil Studi Terbaru, Ilmuwan China Temukan Mutasi Langka Virus Corona yang Lebih Mematikan

Ilmuwan di China menemukan kemampuan mutasi virus corona jenis baru, yang mungkin telah memberi dampak berbeda terhadap penyakit Covid-19

Editor: Muhammad Fatoni
newscientist.com
Ilustrasi virus corona 

Ilmuwan China telah memperingatkan kemampuan mutasi virus corona jenis baru, SARS-CoV-2, yang telah menyebar dan menjangkiti hampir di seluruh dunia.

TRIBUNJOGJA.COM - Penelitian terkait virus corona jenis baru terus dilakukan oleh para peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia.

Pasalnya, virus corona ini terbilang sebagai jenis virus baru dan masih banyak misteri terkait virus tersebut yang coba dikuak oleh para ilmuwan.

Penelitian tersebut dinilai sangat penting, termasuk sebagai bahan rujukan demi menemukan vaksin serta obat untuk menyembuhkan pasien yang terjangkit virus corona.

Terbaru, ilmuwan di China menemukan kemampuan mutasi virus corona jenis baru, yang mungkin telah memberi dampak berbeda terhadap penyakit Covid-19 di seluruh dunia.

UPDATE 22 April 2020 : 2,5 Juta Orang di Dunia Positif Virus Corona, Hampir 700 Ribu Orang Sembuh

Profesor di Sumatera Selatan Klaim Temukan Antivirus Corona, Berupa Produk Gula

Hal ini diungkapkan Profesor Li Lanjuan dan rekan-rekannya dari Zhejiang University seperti dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Selasa (21/4/2020).

Studi baru yang dilakukan ilmuwan yang pertama kali menyarankan lockdown kota Wuhan, China, tempat pertama kali virus corona, SARS-CoV-2 terdeteksi ini menunjukkan bukti mutasi tertentu dari virus penyebab Covid-19 itu.

Menurut dia, mutasi tertentu pada virus corona baru ini dapat menciptakan jenis yang lebih mematikan dari jenis lainnya.

"SARS-CoV-2 telah memperoleh mutasi yang mampu secara substansial mengubah patogenisitasnya," kata Prof Li.

virus corona
virus corona (bbc.co.uk)

Untuk menyelidiki mutasi virus corona, SARS-CoV-2, Prof Li dan timnya menganalisa strain virus yang diisolasi dari 11 pasien Covid-19 yang diambil secara acak dari Hangzhou di provinsi Zhejiang.

Hasilnya, menunjukkan mutasi virus paling mematikan pada pasien di Zhejiang juga ditemukan di sebagian besar pasien di seluruh Eropa.

Sementara strain virus corona yang lebih ringan adalah varietas dominan yang ditemukan negara bagian Washington, Amerika Serikat.

Mutasi langka tri-nukleotida

Tim Li mendeteksi lebih dari 30 mutasi virus corona dan di antara mereka sebanyak 19 mutasi atau sekitar 60 persen adalah mutasi virus baru.

Mereka menemukan beberapa mutasi ini dapat menyebabkan perubahan fungsional pada spike protein virus, struktur unik di atas selubung virus yang memungkinkan virus corona mengikat sel manusia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved