Update Corona di DI Yogyakarta

Satpol PP Kota Yogya Bubarkan Gepeng

Fenomena gepeng di Kota Yogyakarta terjadi karena para gepeng menunggu bantuan, baik berupa makanan ataupun sembako.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUN JOGJA/YOSEF LEON
Kepala Sat Pol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gelandangan dan pengemis (gepeng) mulai terlihat di beberapa lokasi di Kota Yogyakarta.

Gepeng tersebut duduk bahkan tidur di pinggir-pinggir jalan. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta, Agus Winarto mengatakan fenomena gepeng di Kota Yogyakarta terjadi karena para gepeng menunggu bantuan, baik berupa makanan ataupun sembako. 

Sebelumnya berada di pinggir jalan, gepang tersebut berada di sekitar Malioboro.

Begini Nasib PMKS Luar Daerah di DIY Saat Pandemi Covid-19

Namun karena ada pelarangan pembagian bantuan di Malioboro, gepeng kemudian berpindah ke jalan-jalan protokol di Kota Yogyakarta.

"Kalau kita amati bukan karena mau lebaran kemudian banyak gepeng. Tetapi karena mereka nunggu bantuan, makanya terus di pinggir-pinggir jalan itu. Saya pernah mengamati gepeng selama dua hari kok di Kridosono terus. Kemudian saya tanya, ternyata memang menunggu bantuan dari orang-orang," katanya, Senin (20/04/2020).

Menindaklanjuti hal tersebut pihaknya melakukan patroli.

Ada beberapa titik yang menjadi perhatian, seperti Jalan Suroto, Kotabaru, Jalan Sudirman, Jalan Mangkubumi, dan lain-lain. 

Dalam patroli tersebut, pihaknya meminta agar gepeng kembali ke rumah masing-masing.

Dari beberapa kali patroli yang dilakukan, sebagian besar merupakan warga luar Kota Yogyakarta

"Kami minta untuk pulang, kalau luar kota ya kami minta untuk pulang ke daerahnya. Bahkan kemarin juga kami antar pulang ke daerah asal," terangnya.

Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona

Terpisah, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menambahkan secara prinsip tidak boleh ada kerumunan di Kota Yogyakarta.

Apalagi di tengah pandemi COVID-19, dimana masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah.

Untuk itu dilakukan pembubaran oleh tim sapa warga. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved