Wabah Virus Corona

Peneliti Harvard: Kita Harus Lakukan Social Distancing hingga 2022

Jaga jarak perlu dilakukan untuk mencegah gelombang lain virus corona baru yang bisa saja mengancam jiwa manusia.

Editor: Rina Eviana
AFP/FABRICE COFFRINI
Dua orang wanita menjaga jarak sosial saat mengobrol di kursi taman di Jenewa, Swiss, 18 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Inovio baru memulai pengujian klinis fase 1 pada manusia minggu lalu, setelah menunjukkan data respons imunitas yang potensial dalam uji praklinis terhadap hewan.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

Sementara itu, Moderna yang belum pernah mengembangkan vaksin sebelumnya telah mendapatkan persetujuan untuk memulai uji klinis pada manusia sejak bulan Maret, tanpa perlu melakukan uji pada hewan terlebih dahulu.

Di samping ketiga tim, perusahaan-perusahaan farmasi raksasa yang juga berupaya untuk mengembangkan vaksin adalah Johnson & Johnson dan Sanofi. Keraguan Para Pakar Tidak hanya WHO, Anthony Fauci selaku direktur Institusi Alergi dan Penyakit Menular AS, juga pernah menyebut bahwa vaksin virus corona bisa tersedia dalam 12-18 bulan.

Peneliti Ungkap Gejala Baru Virus Corona, Kulit Memerah dan Gatal-gatal

Akan tetapi, beberapa pakar lainnya menyangsikan hal itu bisa dicapai. Paul Offit, salah satu penemu vaksin rotavirus pada tahun 1990-an, mengatakan, ketika Dr Fauci menyebut 12-18 bulan, saya rasa itu terlalu optimistik.

Dan saya yakin dia juga begitu (merasa terlalu optimistik). Pasalnya, pengembangan vaksin membutuhkan perjalanan panjang hingga sampai ke pasaran.

Kandidat vaksin harus diuji di laboratorium, pada hewan, dan pada sekelompok kecil manusia untuk memastikan keamanannya; sebelum bisa diujikan pada kelompok manusia yang lebih besar untuk mengetahui efektifitasnya.

Peter Hotez selaku dekan National School of Tropical Medicine at Baylor College of Medicine berkata bahwa kandidat-kandidat vaksin yang melompati tahap pengujian pada hewan dikhawatirkan malah berisiko memperlemah respons partisipan uji coba terhadap virus.

"Cara untuk mengurasi risiko itu adalah menunjukkan bahwa itu tidak terjadi pada hewan di laboratorium," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahli Harvard Sarankan Social Distancing Perlu Dilakukan Sampai 2022"

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved