Update Corona di DI Yogyakarta

Pariwisata Lumpuh, Pelaku Wisata Gunungkidul Beralih ke Sektor Pertanian

Banyak pelaku wisata yang saat ini beralih profesi agar tetap mendapatkan penghasilan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pandemi COVID-19 yang belum mereda membuat berbagai sektor lumpuh, termasuk pariwisata.

Para pelaku wisata di Gunungkidul pun harus memutar otak agar tetap mendapatkan penghasilan.

Seperti yang diungkapkan oleh Heru Purwanto, Bidang Pemasaran Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran.

Satu di antara tujuan wisata di Gunungkidul tersebut sudah ditutup sementara sejak 23 Maret silam.

Sektor Pariwisata Sleman Rugi Puluhan Miliar Akibat Covid-19

Menurutnya, banyak pelaku wisata yang saat ini beralih profesi agar tetap mendapatkan penghasilan.

Selama ini mereka menggantungkan hidup pada wisata di Nglanggeran.

"Banyak yang beralih ke pertanian dan perkebunan agar tetap ada pendapatan," tutur Heru dihubungi pada Rabu (15/04/2020).

Heru sendiri mengaku sekarang memulai usaha pembuatan roti untuk memenuhi pendapatannya dan keluarga sehari-hari.

Sebab bisnis makanan masih mampu menghasilkan di tengah situasi ini.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Pokdarwis Telaga Jonge, Yudhi Prasetyo.

Menurutnya, banyak anggota Pokdarwis yang mengurus sawah selagi wisata ditutup.

Bahkan ia menyebut ada yang terpaksa menganggur.

Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona

Yudhi mengatakan saat ini sama sekali tak ada aktivitas di tempat wisata yang berada di Desa Pacarejo, Semanu tersebut.

Para anggota hanya datang ke telaga untuk pemeliharaan rutin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved