Sleman
Sektor Pariwisata Sleman Rugi Puluhan Miliar Akibat Covid-19
Dari catatan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, total kerugian sementara untuk sektor pariwisata mencapai puluhan miliar pada bulan Maret.
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pandemi Covid-19 akibatkan lumpuhnya perkonomian, termasuk dari sektor pariwisata.
Dari catatan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, total kerugian sementara untuk sektor pariwisata mencapai puluhan miliar pada bulan Maret.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan perkiraan kerugian pada sektor pariwisata, dihitung dari potensi kehilangan pendapatan dari pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan di Sleman pada bulan Maret yakni, untuk sektor perhotelan kerugiannya mencapai kurang lebih Rp12,32 miliar, restoran sekitar Rp13,25 miliar dan dari tempat hiburan sebesar Rp2,56 miliar.
Sedangkan dari retribusi, total kurang lebih sebesar Rp1,28 miliar.
• Dalang Komplotan Pencuri Gabah di Sleman Terungkap! Empat Orang Kakak-Adik
Hal yang sama juga terjadi di wisata lava tour yang selama tanggap darurat covid 19 mengalami kerugian sekitar Rp 4,2 miliar, untuk pemondokan dan villa di Kaliurang sekitar Rp 4,5 miliar, dan itu belum termasuk dengan aktivitas ekonomi lainnya di daerah Kaliurang.
"Kerugian itu belum termasuk dengan aktivitas ekonomi lainnya. Kami belum dapat melakukan assessment untuk kerugian obyek-obyek wisata lain yang dikelola oleh perorangan ataupun swasta," ujarnya, Selasa (14/4/2020).
Sedangkan jika dihitung saat kondisi normal, kunjungan wisatawan pada bulan Maret 2020 ditargetkan mencapai 108.709 wisatawan ke Tebing Breksi.
Dan kunjungan ke desa-desa Wisata sebanyak 37.348 wisatawan, dimana perhitungan ini sudah memperhitungkan dampak musibah Sempor bulan Februari yang lalu.
"Target tersebut sangat jauh dari capaian, karen situasi terkini kunjungan di Tebing Breksi dan juga desa-desa wisata 0 pengunjung," ungkapnya.
• Manfaatkan Teknologi, Pemkab Sleman Buat Program Belanja Kebutuhan di Pasar Rakyat
Sementara Ketua Asosiasi Jeep Sisi Barat, Dardiri mengatakan sejak masa pandemi Covid-19, para pelaku jasa pariwisata kehilangan satu-satunya mata pencarian.
Ia mengungkapkan, jumlah pelaku jasa wisata terdampak Covid-19 di sekitar lereng Merapi mencapai 7.000 orang.
Mereka berasal dari pedagang, petugas retribusi, hingga driver jip lava tour.
Berdasarkan catatan Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), rata-rata mereka mengalami kerugian mencapai Rp150 juta per hari.
Jumlah tersebut di luar kerugian saat weekend di mana jumlahnya lebih dari nominal tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada program atau kegiatan untuk menstimulus pelaku wisata yang terdampak Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/capai-9-juta-kunjungan-per-november-dispar-sleman-optimis-target-10-juta-tercapai-di-2019.jpg)