Update Corona di DI Yogyakarta

Jalanan di Yogyakarta Masih Ramai, Sri Sultan HB X : Saya Minta Untuk Dikontrol Lagi

Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan dirinya telah meminta aparat penegak hukum untuk turun ke jalan dan melakukan kontrol

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Imbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing serta meminta warga untuk berada di rumah saja, tampaknya belum bisa dilakukan secara optimal di wilayah Yogyakarta.

Berdasarkan pantauan reporter Tribun Jogja di lapangan, sejumlah ruas jalan serta pasar tradisional masih tampak aktivitas warga yang hilir mudik.

Selain itu, masih ada pula kerumunan maupun titik keramaian yang juga terlihat.

Rapid Test Mulai Menipis, Pemda DIY Belum Bisa Ajukan Pengadaan

Pintu Perbatasan Masuk DIY Bakal Diperketat, Ini Penjelasan Dishub DIY

Menyikapi hal tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan dirinya telah meminta aparat penegak hukum untuk turun ke jalan dan melakukan kontrol.

"Saya minta untuk bisa dikontrol lagi. Di jalan sudah ada Satpol PP, polisi, sama TNI. Tadi sudah saya minta untuk kontrol lagi
karena memang hanya cara itu. Bukan berarti bebas (warga keluyuran)," ujarnya di Kepatihan, Selasa (14/4/2020).

Ia pun menyinggung, daerah yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun terpantau ramai dan belum sepi.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah)

Padahal penerapan PSBB bertujuan untuk menekan banyaknya orang yang keluar rumah dan berkerumun di suatu tempat yang membuat penyebaran Covid-19 terjadi secara masif.

"Kalau PSBB mestinya ketat mobilitas masyarakatnya. Kita lihat belum seperti yang diharapkan. di Yogya (angka pemudik) sudah turun, dan semoga lebih menurun yang datang," bebernya.

Terkait status darurat bencana nasional oleh pemerintah pusat terhadap wabah Covid-19, Sultan menjelaskan bahwa Pemda DIY tidak akan melakukan banyak perubahan.

Ada 9 Perawat yang Sudah Berada di Karantina di PPSDM DIY

Sultan: Belum Waktunya Kita Menyampaikan PSBB

Pasalnya, status DIY sudah mencanangkan tanggap darurat bencana non-alam hingga 29 Mei 2020 mendatang.

"Kita sudah menerbitkan tanggap darurat. Tidak (tidak ada kebijakan yg berubah), administratif saja. Sudah bisa direalokasi (anggaran) dengan menyatakan tanggap darurat, sudah bisa. Kalau pengajuan PSBB DIY, belum memenuhi syarat. Nanti nggak keterima," bebernya.

Sri Sultan Menyapa

Raja Keraton Yogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X, melalui agenda Sultan Menyapa yang dipublikasikan melalui pesan tertulis, akan hadir setiap Selasa pukul 08.00 WIB.

Edisi pertama yang dimulai Selasa (14/4/2020), mengangkat tema Mangasah Mingising Budi, Membasuh Malaning Bumi.

Dijelaskan bahwa tema tersebut merupakan ajaran dari Sultan Agung, yang tak lain merupakan Sultan yang bertahta di Kasultanan Mataram pada 1613-1645. 

"Ajaran Sultan Agung itu bermakna mengasah ketajaman akal-budi, membasuh malapetaka di bumi," ujar Sultan dalam pesan tertulis yang diterima Tribunjogja.com.

Edisi perdana Sultan Menyapa dalam bentuk tertulis pada Selasa (14/4/2020) dan akan berlanjut setiap Selasa di Minggu berikutnya
Edisi perdana Sultan Menyapa dalam bentuk tertulis pada Selasa (14/4/2020) dan akan berlanjut setiap Selasa di Minggu berikutnya (Humas Pemda DIY)

Pada kehidupan saat ini, lanjutnya, pria yang juga menjabat sebagai Gubernur DIY tersebut meminta semua rakyatnya untuk tidak diam saja melihat keadaan yang ada namun harus bersungguh-sungguh meningkatkan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan.

"Bersamaan dengan melestarikan lingkungan, juga sifat-sifat serakah '3G' yaitu golek menange dewe (cari menangnya sendiri), golek butuhe dewe (cari butuhnya sendiri), golek benere dewe (cari benarnya sendiri) saatnya dicuci habis," jelasnya.

Selain ajaran Sultan Agung, Sri Sultan juga mengatakan bahwa sesuai dengan ajaran Islam tentang sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi sesama.

"Kini adalah saat yang tepat untuk mawas diri, apakah kita hanya mementingkan diri sendiri atau migunani tumraping liyan (kebaikan kecil yang kita lakukan bermakna besar bagi orang lain)," urainya.

UPDATE Terbaru Virus Corona di Indonesia 14 April 2020 : Kasus Positif 4.839, Pasien Sembuh 426

Kemenag DIY Gelar Rukyatul Hilal pada 23 April 2020 Mendatang

"Maka eratkanlah kembali budaya gotong royong, tidak hanya di desa-desa tapi juga di kota-kota. Tidak hanya pada tradisi sambatan seperti di desa tapi wujudkanlah dalam mengatasi masalah bersama bangsa ini," pungkasnya.

Kepala Bagian Humas Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji menjelaskan sebagai upaya untuk memperkuat dan menindaklanjuti imbauan terkait Covid-19 yang telah disampaikan, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menyapa masyarakat melalui agenda #SultanMenyapa setiap Hari Selasa pada pukul 08.00 WIB dan akan dimulai pada Selasa (14/04/2020).

"Agenda ini akan berbentuk pesan tertulis yang akan dipublikasikan melalui media sosial, media cetak, media online, dan sarana publikasi lainnya," ucapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved