Update Corona di DI Yogyakarta
Rapid Test Mulai Menipis, Pemda DIY Belum Bisa Ajukan Pengadaan
Pemda DIY sudah menggunakan 13.200 alat Rapid Test dari jumlah total bantuan pemerintah sebanyak 14.400.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY sudah menggunakan 13.200 alat Rapid Test dari jumlah total bantuan pemerintah sebanyak 14.400.
Penggunaan tersebut memang untuk saat ini diprioritaskan bagi tenaga medis. Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY masih belum menentukan langkah selanjutnya.
Penggunaan dana istimewa DIY di tahun 2020 ini juga masih belum bisa dianggarkan.
Sementara cadangan Dana Tak Terduga (DTT) tahap kemungkinan baru bisa diajukan akhir April nanti.
• Bangkitnya Solidaritas Masyarakat di Tengah Krisis Covid-19
Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas pencegahan Covid-19 DIY, Biwara Yuswantana membenarkan hal itu.
Selama ini penggunaan dana istimewa hanya diambil dari sisa di tahun 2019.
"Untuk yang tahun 2020 ini kami belum memastikan," katanya saat Jumpa Pers di Gedung Pusdalops BPBD DIY, Senin (13/4/2020)
Ia merinci, 13.200 alat Rapid Test itu telah disalurkan kepada 30 Rs rujukan yang ada di DIY, Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi, BBPTKLPP DIY, Kantor Kesehatan Pelabuhan DIY, BPBD DIY, dan Dinkes Kabupaten/Kota.
Dari jumlah yang telah didistribusikan, terdapat 1,268 yang hasilnya sudah dapat diketahui yakni 1,230 negatif, 18 positif, dan terjadi error pada 20 RDT
"Untuk selanjutnya kami upayakan untuk penggunaan ralid test ini supaya bisa lebih massif," ujarnya.
Memang, sejauh ini rapid test hanya diperuntukkan bagi tenaga medis dan keluarga pasien yang sering kontak langsung dengan pasien.
Sejauh ini, Pemda DIY masih belum ada pengadaan alat rapid test khusus bagi pemudik yang nantinya mulai masuk ke DIY. (TRIBUNJOGJA.COM)